Kontribusi Penjualan MPV Second Dinilai masih Berpeluang

Tabanan (Bisnis Bali) – Kontribusi mobil jenis MPV dalam penjualaan kendaraan roda empat bekas masih sangat besar di akhir tahun ini. Kendati tidak ditarget tinggi, penjualan MPV diyakini dapat tumbuh hingga 10 persen.

Slah seorang pengelola mobil bekas (mobkas) di Tabanan, Wawan Wiradi mengatakan, penjualan mobkas menjelang Galungan, Natal dan Tahun Baru mendatang tergolong cukup berat. Sisi lain cuaca kurang mendukung di mana masuk musim hujan, sehingga aktivitas pembelian masyarakat ikut lesu. Masyarakat juga banyak melakukan aksi menunggu perubahan harga menjelang awal tahun baru sehingga tidak banyak ada transaksi.

“Alasan inilah menyambut Natal dan akhir tahun mendatang, sebagian besar pelaku usaha penjualan otomotif  second tidak mematok target penjualan tinggi. Penjualan mobil diserahkan ke kondisi pasar,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi pasar saat ini masih tertuju pada permintaan hatchback dan MPV. Sejak awal tahun, berbagai jenis merek mobil masih bergairah dari segi penjualan. Pasar mobil khususnya MPV masih bisa dijadikan andalan sebagai sarana bisnis. Minat masyarakat terhadap MPV masih tinggi sehingga peluang pasar masih prospektif. Perputaran MPV masih lancar sampai saat ini, meski SUV mulai banyak juga dicari. Karena itu, bisnis MPV bekas tetap mengandalkan produk untuk kalangan keluarga tahun terbaru.

“Untuk target kami optimis bisa menjual mobil lebih dari 10 unit per bulan. Jumlah ini tergolong berat namun peluang masih terbuka,” ujarnya.

Bisnis pasar MPV bisa berikan berkah dengan terus munculnya varian-varian terbaru di kelas pasaran otomotif. Terutama segmen market menengah-bawah yang tidak mampu menjangkau harga SUV baru yang ditawarkan di atas Rp 200 jutaan. Harga mobil MPV bekas tahun terbaru rata-rata di bawah Rp 200 jutaan.

Hal serupa disampaikan pengelola mobil bekas lainya, Agus Gunawan. Dalam dua bulan terakhir setidaknya penjualan mobil bekas tipe MPV, niaga, hatchback masih normal dan masih bisa diandalkan.

“Kondisi ekonomi memang belum pulih. Apapun pasti terpengaruh tak terkecuali untuk mobil bekas, secara tidak langsung alokasi ke komoditi yang lain pun dikurangi,” katanya.

Untuk transaksi Natal dan akhir tahun, ia masih menaruh keyakinan pasar mobil bekas masih berpeluang di kisaran 10-15 persen atau ada tambahan penjualan kisaran 2-3 unit.

“Pangsa pasar Bali sangat luas tidak hanya masyarakat lokal. Saat akhir tahun banyak pula masyarakat perantauan luar Bali yang potensial membeli mobil bekas,” ucapnya. (dik)