dok

Gianyar (Bisnis Bali) – Perkembangan financial technology (fintech) yang sejalan dengan kecenderungan masyarakat ingin hidup praktis saat ini, dikhawatirkan mengancam keberadaan LPD. Namun, LPD memiliki beberapa kelebihan yang akan mampu membendung ancaman tersebut.

Ketua Badan Kerjasama (BKS) LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, SH., M.Si,  mengatakan, LPD di Bali tersebar hingga ke pelosok desa, telah dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengakses keuangan selama ini. Proses mudah dan cepat serta persyaratan ringan pun telah digaungkan LPD selama ini, sehingga memiliki nama di hati masyarakat. Bahkan dikatakannya, tak sedikit LPD yang mampu memberikan pinjaman tanpa agunan kepada masyarakat.

“Beberapa LPD selama ini telah memberi kemudahan akses kredit bagi masyarakat, dalam hal ini tanpa agunan. Itu disesuaikan dengan kemampuan LPD, di mana plafon dibatasi sesuai modal yang dimiliki,” ungkapnya.

Di samping itu, Cendikiawan mengatakan, saat ini LPD juga sudah go digital dengan pelayanan onlinenya. Hal ini memberikan kemudahan bagi LPD dalam melakukan tata kelola keuangan, termasuk kemudahan dalam melayani nasabah. “Nasabah juga mendapatkan sistem transparansi serta kemudahan bertransaksi dengan adanya LPD go digital ini,” ungkapnya.

Keberadaan LPD yang merupakan lembaga keuangan milik desa pakraman, membuat keuntungan yang didapat LPD dikembalikan lagi kepada masyarakat. “Jadi banyak kelebihan yang dimiliki LPD untuk mampu bersaing saat ini,” terang pria asal Gianyar tersebut.

Memberi tanggapan kepada LPD, Wakil Gubernur Bali Tjokorde Oka Artha Ardana Sukawati, mengatakan, LPD memiliki kelebihan yang tidak dimiliki lembaga keuangan lainnya. Terutama perannya dalam memfasilitasi kegiatan masyarakat cukup besar. “LPD menjadi aset desa adat, itulah yang menjadi kelebihan LPD, memiliki kontribusi pasti untuk masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah daerah sendiri dikatakannya mendorong pengembangan LPD yang siap mendukung dari sisi fasilitas digital. Namun demikian LPD diharapkan terus meningkatkan kualitas SDM untuk mendukung pemanfaat kecanggihan teknologi digital tersebut. (wid)