BPJS TK dan Disnaker ESDM Ingatkan Pemilik Usaha di Bali

Denpasar (Bisnis Bali) – BPJS Ketenagakerjaan (TK) dan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali kembali mengingatkan kepada para pemilik usaha di daerah ini untuk taat terhadap aturan terkait jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerjanya. Perusahaan di Bali yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya dalam layanan jaminan sosial agar segera mengikutsertakan empat program perlindungan mulai jaminan kecelakaan kerja, kematian, pensiun dan hari tua.

“Bagi pelaku usaha yang tidak taat akan ada sanksi berupa pidana dan pencabutan izin usaha jika tidak mengikuti aturan. Aturan ini tertuang dalam undang-undang,” kata Kadis Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi, di Sanur.

Menurutnya, ada beberapa perusahaan di Pulau Dewata ini sedang dalam proses hukum karena tidak mendaftarkan pekerjanya. Para pengusaha yang membandel akan berurusan dengan aparat penegak hukum karena BPJS Ketenagakerjaan telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan.

Hal sama disampaikan Asisten Deputi Bidang Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara dan Papua Gede Putu Laxman. Badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan ini terus mengimbau kepada pengusaha di Bali untuk lebih aktif mendaftarkan pekerjanya dalam jaminan sosial. Sesuai undang-undang para pekerja harus mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketika mereka akan berangkat kerja, saat melaksanakan tugas atau ketika mereka telah memasuki masa pensiun atau hari tua.

“Kami harapkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bisa mengkover hal tersebut. Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan harus menjadi peserta BPJS TK bila ingin daftar anggota di Apindo,” paparnya.

Terkait hal tersebut Ketua Apindo Bali Nengah Nurlaba menyambut baik kebijakan tersebut mengingat tujuannya untuk meningkatkan kepesertaan pekerja terlindungi jaminan sosial.

“Kami bersama organisasi telah mengadakan pertemuan dengan para pengusaha di beberapa kabupaten/kota di Bali untuk mengajak mereka aktif dan taat aturan serta mendaftarkan tenaga kerja dalam BPJS TK,” ucapnya. (dik)