BBDF – Tari Pendet massal yang dipentaskan di ajang Aset BBDF 2018.

Singaraja (Bisnis Bali) – Pagelaran Aksi Seni Kecamatan Tejakula (Aset) dan Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) tahun 2018 yang digelar di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, menjadi kegiatan promosi seni dan budaya, serta pelestarian alam. Berbagai kegiatan seni dan budaya seperti pementasan tari tradisional yakni tari Pendet dan tari Teruna Jaya serta pelestarian alam seperti restocking ikan di tengah laut, antusias disaksikan oleh masyarakat.

Tarian Pendet ini dibawakan oleh seratus pelajar putri tingkat SMP/SMA se-Kecamatan Tejakula. Para penari tersebut dengan lemah gemulai menari di hadapan ratusan undangan yang mengikuti acara itu. Tampak pula menikmati tari tradisional itu, puluhan wisatawan mancanegara yang kebetulan menginap di sejumlah akomodasi wisata di kawasan pantai Bondalem. Para wisatawan asing tersebut nampak antusias dan sangat menikmati gerakan para penari remaja itu. “Penari ini berasal dari seluruh desa se-Kecamatan Tejakula. Tari Pendet sendiri merupakan tari penyambutan yang saat ini agak jarang ditampilkan, sehingga tarian ini perlu dibangkitkan lagi,” kata Ngurah Sadu Adnyana, Perbekel Bondalem.

Demikian juga dengan tari Teruna Jaya yang berasal dari Bali Utara ini ditarikan oleh sebanyak 50 orang penari dari tiga generasi, yaitu generasi sepuh, remaja, dan anak-anak. Luh Menek, seorang maestro tari Teruna Jaya juga ikut serta menari di hadapan para undangan. Penari dari generasi sepuh ini dengan enerjik mampu memukau ratusan undangan dan penonton yang ikut menyaksikan.

Menurut Bintang, salah satu penari Teruna Jaya dari generasi remaja, mengaku bangga bisa ikut serta memeriahkan pembukaan event tahunan ini. Pelajar yang sudah menggeluti dunia tari selama 12 tahun ini juga mengaku tidak ada kesulitan dalam memadukan gerak tarian, meskipun jarang latihan bersama.

“Kami  latihan bersama hanya empat kali saja. Tetapi masing-masing sudah biasa menarikan Teruna Jaya,” ungkap pelajar SMAN 4 Singaraja ini.

Pagelaran Aset BBDF sendiri dibuka oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pada Rabu (28/11) dan akan digelar selama empat hari sampai dengan Sabtu (1/12). (ira)