MUSRENBANG ANAK - Pelatihan Musrenbang Anak Kabupaten Gianyar di ruang sidang utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (30/11).

Gianyar (Bisnis Bali)-
Upaya Kabupaten Gianyar mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) secara konsisten dilakukan. Tak hanya tentang belajar dalam pendidikan, keberanian untuk mengungkapkan pendapat dan tampil di depan khalayak kini berusaha diasah. Agar tercipta generasi yang bermental kuat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar Cokorda Bagus Lesmana Trisnu dalam pelatihan Musrenbang Anak Kabupaten Gianyar di ruang sidang utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (30/11).

Cok Trisnu mengatakan, pelatihan tersebut adalah salah satu bentuk pemenuhan hak partisipasi anak, yang merupakan bagian dari 4 hak dasar anak. Sebab, setiap anak berhak tumbuh, kembang, berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabatnya.”Tugas pemerintah untuk mengajak anak turut berpartisipasi dalam setiap keputusan pembangunan sesuai kapasitasnya,”ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk memastikan kebutuhan itu terpenuhi, dan tertampung dalam perencanaan pembangunan, maka perlu adanya perwakilan anak di setiap aspek, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Tiga tahap meliputi, pra, musrenbang, dan pasca, termasuk pemantauan.

Anak-anak dapat mengasah mentalnya sejak dini, untuk masuk dalam organisasi. Sebab, disana akan lahir nantinya generasi yang berpotensi menjadi pemimpin di masa depan.” Anak-anak harus berani bersuara, menyatakan pendapat, jangan khawatir salah, karena dari kesalahan, mereka akan belajar tentang pengalaman, dan wawasan ke depan,”pesan Cok Trisnu kepada puluhan peserta pelatihan.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar Anak Agung Istri Laksmi Paramita Dewi menyampaikan, pelatihan dilaksanakan selama dua hari. Dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang, terdiri dari 25 orang FAD serta 25 orang perwakilan kecamatan. Dua narasumber dihadirkan berasal dari Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar.

Salah satu perwakilan FAD Kabupaten Gianyar Komang Edwin menuturkan, dirinya sangat banyak mendapat pengalaman berharga selama terlibat dalam organisasi. Dukungan besar pemerintah juga turut membentuk karakternya dan semua teman-teman yang tergabung.”Sekarang, jadi lebih percaya diri rasanya setiap tampil di depan umum, kalau dulu, masih takut dan malu,”ucapnya. (kup)