Permintaan Pesat, Bisnis Perumahan tetap Hidup

Tabanan ( Bisnis Bali) – Bisnis perumahan takkan pernah mati karena tetap dibutuhkan masyarakat. Hal ini merupakan tantangan dan peluang bagi pebisnis menyediakan pasokan yang berkualitas dan memadai. Hal itu diungkapkan salah seorang pebisnis properti, Adi Nugraha, di Tabanan, belum lama ini.

Katanya, dalam meningkatkan penjualan memang perlu proses. Proses itu dipengaruhi berbagai kondisi. Salah satunya ekonomi yang mempengaruhi daya beli pasar. Bisnis properti yang berorientasi pasar akan lebih berkembang daripada hanya menekankan pada upaya meningkatkan pasokan. Risikonya akan sangat fatal ketika penjualan tak sukses. Terlebih pengembang hanya mengandalkan dana pinjaman bank maka akan menjadi beban yang berkepanjangan.

Hal senada disampaikan Fransiskus, pebisnis properti menengah atas. Katanya, dalam bisnis harus optimis menghadapi berbagai tantangan. Tak terkecuali kompetitor luar yang menggarap bisnis di daerah. Kepekaan membidik pasar dinilai akan memberi dampak positif pada pemasaran yang diharapkan mampu merubah kondisi lesu yang selama ini dikeluhkan banyak pebisnis.

Selain hal itu menjaga reputasi dalam bisnis tak kalah penting. Jaga kualitas produk dan tingkatkan komunikasi dengan konsumen. Dengan begitu kepercayaan pasar meningkat dan keberhasilan penjualan dapat tercapai. Dia juga menyampaikan bisnis perumahan dinamis. Memerlukan inovasi terus – menerus sehingga mampu memberikan layanan berkualitas bagi konsumen. (gun)