PELATIHAN - Peserta mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan peran strategis pengawasan dewan komisaris BPR yang diselenggarakan DPD Perbarindo Bali.

Denpasar (Bisnis Bali) – DPD Perbarindo Bali menyelenggarakan kegiatan pelatihan peran strategis pengawasan dewan komisaris (DK) BPR bagi BPR se-Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (29/11).

Kegiatan inidihadiri pengurus DPD Perbarindo dan DPK Perbarindo se-Bali dan komisaris BPR selaku peserta pelatihan. Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit di sela-sela membuka kegiatan pelatihan mengatakan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk memperkuat dan meningkatkan peran strategis pengawasan dewan komisaris.

Di industri BPR ada dua posisi yang saling berkaitan. Di satu sisi ada direksi yang diberikan tugas mengelola perusahaan. Di bagian lain ada dewan komisaris yang diberikan tugas dan tanggungjawab pengawasan.

Tujuan pengawasan ini agar direksi bisa mewujudkan perencanaan dan pengembangan BPR. “Secara nyata peran dewan komisaris bisa memberikan pengawasan maupun memberikan nasehat,” katanya.

Pada November ini, industri BPR diarahkan membuat rencana bisnis bank (RBB) BPR 2019. Peran strategis dewan komisaris sangat penting dalam penyusunan RBB.

Ketut Komplit menegaskan, dewan komisaris penting ikut melihat analis SWOT BPR. Bagaimana mengukur kekuatan BPR untuk mendapatkan peluang bagi BPR. Bagaimana memperbaiki kelemahan agar BPR tidak terancam. Ini menjadi bahasan dewan komisaris untuk melengkapi penyusunan RBB 2019.

Tutor Bhakti Perdana Dalimi saat memberikan materi pelatihan mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan wawasan komisaris dalam menghadapi era perekonomian saat ini. Dengan pemberlakuan POJK terkait tata kelola BPR, tugas dan peran dewan komisaris menjadi lebih banyak dan lebih sentral. “Dewan komisaris mesti memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien dalam melakukan fungsi dan peran pengwasan,” katanya. (kup)