Jajan Begina jadi Oleh-oleh Khas Bali

Gianyar (Bisnis Bali) – Jajan begina merupakan salah satu jenis jajan (kue) tradisional Bali, yang kerap digunakan sebagai sarana upakara atau unsur pelengkap persembahan umat Hindu. Zaman dahulu, jajan ini sangat mudah ditemui. Namun seiring perkembangan zaman, jajan ini nyaris menjadi langka saat ini karena perajinnya kian sedikit. Sekalipun masih ada, dipastikan hanya dikerjakan oleh generasi tua.

Salah satu perajin jajan begina yang masih eksis saat ini adalah Ni Nyoman Taman atau kerap disapa Nik Mangku, yang beralamat di Banjar Tunon, Desa singakerta, Ubud, Kabupaten Gianyar. Ia memulai usaha jajan begina ini sejak 1990 sebagai home industry.

Nik Mangku menuturkan, jajan begina dibuat dari beras ketan yang dikukus, kemudian ditambahkan gula merah. Selanjutnya diaduk hingga tercampur rata dan berwarna kecokelatan. Proses berikutnya adalah mencetak, lalu dijemur selama 1 hari hingga kering. Jika sudah kering, jajan begina siap digoreng, dan diberi karamel dari gula pasir. “Membuat jajan ini tergolong susah. Tidak banyak yang bisa,” ungkap Nik Mangku.

Ia membuat jajan begina saat ada pesanan saja. Sekali membuat sebanyak 10 kg. Namun menjelang rerainan atau hari raya, seperti Galungan dan Kuningan, ia bisa membuat dalam jumlah berlipat hingga 25 kg. “Jajan yang kami buat berukuran cukup besar dengan diameter sekitar 20 cm. Saya jual 3 biji seharga Rp15 ribu,” sebutnya.

Pemasarannya masih di sekitar wilayah desa setempat serta melalui agen yang ada di Denpasar. Namun untuk memperluas jangkauan penjualan, Ia dibantu menantunya mulai mencoba melakukan pemasaran secara online di media sosial. Bahkan, ada pula yang meminta membuka pemasaran melalui ojek online agar bisa dijangkau oleh konsumen di luar daerah.

Menyebar dari mulut ke mulut, jajan begina Nik Mangku makin dikenal karena memiliki keunggulan dibandingkan buatan orang lain. “Kami tidak memakai bahan pengawet dan pemanis buatan, semuanya bahan alami. Kami mengutamakan kualitas dan kesehatan,” tegasnya.

Menurut Nik Mangku, saat ini jajan begina tidak hanya menjadi pelengkap upakara saja. Bisa juga dijadikan camilan, bahkan mulai ada tren sebagai oleh-oleh khas Bali. (dar)