Singaraja (Bisnis Bali) – Untuk memperoleh keseragaman RK dan RAPB LPD di Kabupaten Buleleng, diselenggarakan bimtek RK dan RAPB LPD untuk seluruh LPD di Kabupaten Buleleng bergiliran di masing-masing Kecamatan yang tersebar di sembilan Kecamatan. Hadir Pamucuk LPD  28 orang untuk mengikuti pelatihan atau bintek RK dan RAPB LPD .

Untuk kegiatan bimtek RK dan RAPB LPD  yang ke-6 kalinya ini dipusatkan di Ruang Rapat Bank BPD Bali Cabang Seririt. Ini sebagai wujud koordinasi dan komunikasi serta kerjasama antara Koordinator LP LPD, BKS LPD, tim Pembina LPD Kabupaten Buleleng dengan Bank BPD Cabang Seririt.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwasannya BKS LPD Kabupaten Buleleng bersama Koordinator LP-LPD Kabupaten Buleleng selalu satu koordinasi terhadap setiap kegiatan yang dilakukan. Peserta kegiatan kali ini berasal dari Pamucuk LPD di Kec.Banjar dan Seririt dan direncanakan berakhir di Kecamatan Kubutambahan pada Kamis , 29 Nopember 2018 hari ini. Bimtek RK dan RAPB LPD ini selalu diawali dengan teori, dilanjutkan dengan praktik sampai penyusunan narasi.

Koordinator LPLD Kabupaten Buleleng Drs.Nyoman Indrayasa berharap semua Pamucuk LPD di Kabupaten Buleleng sudah bisa menyusun RK dan RAPB LPD  tahun ini. Walaupun belum semua sempurna, tetapi tahun depan masih diberikan kesempatan berlatih untuk kesempurnaan penyusunan RK dan RAPB LPD.

Kepala Bank BPD Cab.Seririt  I Made Sudarma, SE.MM. berharap kerjasama dan sinergi LPD dengan BPD tetap dilaksanakan dengan baik. Ketua BKS LPD Made Nyiri Yasa,S.Sos.,M.MA. berharap  Pamucuk LPD agar mentaati Perda no.3 tahun 2017  dan Pergub Bali no.44 tahun 2017 tentang LPD, utamanya pasal –  pasal yang mengatur tentang kewajiban Prajuru LPD untuk nyusun RK dan RAPB LPD.

Selain itu pihaknya juga berharap dalam penyusunan RK dan RAPB LPD agar terlebih dahulu LPD masing-masing menetapkan Visi dan Misi LPD, perencanaan Strategis dan Operasional.

Penyusunan RK dan RAPB LPD diawali dari Prajuru LPD yang dikoordinir oleh pamucuk dengan memperhatikan masukan-masukan dari pegawai. Kemudian hasilnya dikonsultasikan dengan panureksa, lalu dipersentasikan pada paruman Desa atau Prajuru Desa Pakraman untuk mendapat persetujuan Panureksa.  (ira)