Denpasar (Bisnis Bali) –¬†Gelar seni akhir pekan “Bali Mandara Nawanatya III” pada November ini menampilkan suguhan bertema Bali Creative Performance. Kali ini, Sanggar Seni Surya Candra Puri Gede Karangasem mendapat kesempatan untuk mengisi agenda budaya tersebut dengan menampilkan dua buah garapan, bertempat di Kalangan Ayodya, Art Center Denpasar.

Pada sesi pertama, sanggar ini menyuguhkan sebuah tarian kreasi, yang berjudul tari kembang joged. Tarian ini diciptakan pada tahun 2010 yang terinspirasi dari pergaulan remaja dan tari joged. Dibawakan oleh tiga pasang laki-laki dan perempuan, tarian ini memperlihatkan gerak kegembiraan, layaknya tarian joged.

Usai penampilan perdana, penonton yang memadati Kalangan Ayodya kembali disuguhkan penampilan yang tak kalah menarik, yakni fragmen jejangeran inovatif dengan tema Seni Nusantara. Garapan ini memadukan tarian dan dialog para penari yang sebagian besar anak-anak. Selain Tari Janger, ragam tarian Nusantara juga dikolaborasikan seperti Tari Mandao, Tari Saman, Tari Jawa, dan Tari Papua. Melalui penampilan ini, penggarap menyelipkan pesan mengajak generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri, serta bersatu padu menjaga keutuhan NKRI. Ini sekaligus dapat memberi pembelajaran bagi masyarakat bahwa keberagaman yang dimiliki negeri ini sungguhlah indah. Secara khusus tarian ini digarap untuk melatih anak-anak agar mengenal berbagai aspek kesenian, seperti menyanyi, menari, dan berdrama.

Pemimpin Sanggar Seni Surya Candra, Ida Ayu Ratih Ratnadewi mengatakan, sanggar ini telah berdiri sejak tahun 2007 dan khusus mengajarkan seni tari. Ia mengakui cukup kesulitan untuk mencari ruang agar anak-anak yang bernaung di sanggarnya bisa berekspresi. “Kami selalu berusaha mencari ruang tampil agar anak-anak terus termotivasi untuk belajar tari-tarian. Alhasil, kesempatan tampil di ajang Bali Mandara Nawanatya ini mampu memberi motivasi bagi mereka,” kata Ratih.

Untuk tampil di ajang budaya ini, Sanggar Seni Surya Candra Puri Gede Karangasem mempersiapkannya sekitar tiga bulan, yang melibatkan sebanyak 80 penari dan penabuh. “Kami berharap ajang seperti ini tetap dilaksanakan di tahun-tahun mendatang guna menggali potensi setiap sanggar dan memberi kesempatan berkreasi bagi seniman, utamanya anak-anak dan remaja,” harapnya. (dar)