dok

Tabanan (Bisnis Bali) – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberi dampak positif bagi pertumbuhan usaha kecil atau UKM di Kabupaten Tabanan. Suku bunga KUR yang hanya dibandrol 7 persen, dipandang tidak membebani dan masih memberi peluang dalam upaya pengembangan usaha kecil.

“Serapan KUR di Kabupaten Tabanan yang tinggi mencerminkan memang para pelaku usaha khususnya UKM di Tabanan memang antusias terkait program penguatan modal yang bersuku bunga rendah tersebut,” tutur Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan, AA Gede Dalem Tresna Ngurah, Selasa (27/11) kemarin.

Ia menerangkan, serapan alokasi KUR yang tinggi tersebut serta merta berpengaruh pada meningkatnya jumlah pelaku usaha atau UKM di Tabanan. Imbuhnya, kondisi tersebut setidakanya tercermin dari 2017 lalu saja jumlah UKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan mencapai 6.898 usaha yang bergerak di bidang formal dan 32.575 usaha yang bergerak di sektor informal atau total mencapai 39.741 usaha.

Jelas Tresna Ngurah, tahun ini meski belum mencatat pertumbuhan data yang pasti terkait keberadaan jumlah UKM tersebut, pihaknya memprediksi jumlah UKM di Tabanan mengalami lonjakan dari tahun sebelumnya. Katanya, itu disebabkan oleh adanya keringanan dan kemudahan mendapatkan modal usaha yang bersumber dari KUR.

“Bisa dibilang KUR memberi andil dalam pertumbuhan jumlah UKM di Tabanan,” ujarnya.

Sambungnya, pertumbuhan UKM tersebut juga sekaligus mencerminkan bahwa KUR yang diterima memang benar-benar dialokasikan untuk membiayai sektor usaha atau tidak untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Itu kemudian membuat pengembalian atau kewajiban debitur KUR juga tetap lancar.

Sementara itu, salah satu UKM di Tabanan yang mendapat bantuan KUR adalah Prabu Kreasi. Menurut pengelola Prabu Kreasi yang merupakan usaha di bidang konveksi, Gede Mahendra Padmanada Dusak, program KUR ini sangat menopang kelangsungan usaha selama ini. Paparnya, dengan seringnya ikut serta dalam ajang pameran yang diselenggarakan oleh OPD terkait di Tabanan, membuat pangsa pasar usaha makin luas.

“KUR membuat kekurangan modal yang menjadi kendala sebelumnya bisa tertangani. Kini saya bisa menambah volume produksi sehingga mempercepat perputaran usaha,” kilahnya. (man)