Kitchen Set dari Kayu Bidik Kalangan Atas

Singaraja (Bisnis Bali) – Pertumbuhan pasar properti di Bali, khususnya Buleleng dewasa ini, membawa dampak positif bagi industri pendukungnya. Salah satunya industri furniture. Meski pertumbuhan tak sebesar tahun lalu, namun produk furniture, khususnya kelas atas masih diburu konsumen.

Apalagi saat ini, mulai banyak inovasi furniture dengan custom yang unik dan menarik semakin membuka peluang usaha yang menjanjikan di kalangan pebisnis furniture. Salah satu furniture merupakan interior rumah yang paling banyak diminati adalah kitchen set berbahan dasar kayu lengkap dengan meja bar.

Kitchen set menjadi salah satu interior rumah yang tidak pernah ada matinya dan memiliki kelas dan selera tersendiri dimata konsumen.

Prospek pemasaran produk furniture seperti kitchen set ini, cenderung menyasar konsumen kelas menengah ke atas. Apalagi jika kithcen set tersebut berbahan dasar kayu dengan tingkat kesulitan desain serta custom yang unik, tidak heran jika harga jual mengikuti kualitas produk itu sendiri. Seperti aneka produk furniture yang digagas oleh Gusti Ngurah Dharmayasa, salah seorang perajin asal Desa Kaliuntu Singaraja.

Kithcen set adalah salah satu produk unggulannya yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah per satu set lengkap dengan meja bar. “Peminatnya tertentu khususnya masyarakat kelas atas masih memiliki daya beli tinggi,” jelasnya.

Ia mengatakan, kejenuhan konsumen akan produk furniture dengan desain yang monoton, menciptakan suatu ide baru baginya untuk membuat furniture yang berbeda. Seperti kithcen set ini, dirinya menggunakan full kayu kualitas premium, dengan menggunakan kayu konsumen tidak hanya mendapatkan desain yang berciri khas juga nuansa klasik dan ramah lingkungan. “Konsumen memiliki daya tarik tersendiri pada furniture berbahan kayu,” imbuhnya.

Untuk kitchen set full kayu dirinya pernah menjual dengan harga hingga Rp 28 juta lengkap dengan meja bar. “Harga juga tergantung bahan baku kayu dan catnya begitu juga desain. Makin lama dan sulit proses pembuatannya semakin mahal nilai jualnya,” terangnya. (ira)