ITK Triwulan III Diprediksi di Level Optimis

Denpasar (Bisnis Bali) – BPS Bali memprediksi kondisi konsumen di Bali masih optimis dengan kondisi ekonomi triwulan III/2018 lebih baik dibanding triwulan sebelumnya.  Indeks Tendensi Konsumen (ITK)  pada  triwulan  III  diperkirakan masih  berada  di level optimis  (nilai >100)  dengan  indeks  mencapai  105,18.

Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, di Denpasar, Selasa (7/8) mengungkapkan, peningkatan kondisi  ekonomi  konsumen  pada  triwulan  mendatang  didorong  oleh  peningkatan pendapatan. Di sisi lain, meski  tingkat  optimismenya  menurun,  indeks  pendapatan  tercatat  masih di  atas  100  memcapai  113,70.

“Namun  demikian, rencana pembelian  barang  tahan  lama kemungkinan  menurun.  Indeks  komponen  pembelian  barang  tahan  lama  tercatat  hanya  90,24,” katanya.

Menurut Hendrayana, prediksi membaiknya ekonomi pada triwulan III nanti, sejalan dengan kenaikan  ITK  yang  tinggi  pada  triwulan  sebelumnya yang  didorong  oleh  membaiknya  seluruh komponen  penyusun  ITK  atau  capaian  indeks  komponen  di  atas  100, bahkan  semua  nilai indeks  komponen  penyusun  ITK  berada  pada  nilai  tertinggi  sejak  2011.  Hal  itu  kiranya dapat  menjelaskan  mengapa  nilai  ITK  pada  triwulan  II  2018  tercatat  sebagai  yang  tertinggi.

Persepsi  tentang  pendapatan  rumah  tangga  berubah  dari  kondisi  belum  dirasa  nyaman (indeks  di  bawah  100)  pada  triwulan  sebelumnya  menjadi  nyaman  pada  triwulan  ini.  Indeks komponen  pendapatan  rumah  tangga  tercatat  meningkat  dari  95,48  menjadi 126,70.  Peningkatan  pendapatan  ini  kiranya  tidak  lepas  dari  kebijakan  pemerintah memberikan  THR  pada  Juni lalu.

“Pemberian  THR  tidak  hanya  kepada  pegawai pemerintahan, namun  sampai  kepada  pensiunan.  Selain  dari  pemerintah,  sebagian  besar pihak  swasta  juga  memberikan  THR  terkait  dengan  adanya  dua  hari  raya  keagamaan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Selain  itu,  kondisi  pariwisata  Bali  pada  triwulan  II  2018  juga meningkat,  tercermin  dari  peningkatan  wisatawan  mancanegara  sekitar  22  persen dibanding  triwulan  lalu.  Membaiknya  pariwisata  ini  kiranya  juga  berdampak  pada peningkatan  pendapatan  konsumen  Bali nantinya.

Sementara itu, secara  nasional  ITK  Bali  masih  berada  di  bawah  ITK  nasional  atau  berada  pada peringkat  14  dari  33  provinsi  di  Indonesia.  ITK  nasional  pada  triwulan  II  2018  berada  pada level  nyaman  atau  optimis,  dengan  indeks  tercatat  mencapai  125,43. ITK  tertinggi  tercatat di  Provinsi  Gorontalo  dengan  indeks  sebesar  133,20.  Sementara  ITK  terendah  ada  di Provinsi  Sulawesi  Tengah.

“Dalam  lingkup  yang  lebih  kecil  yaitu  Regional  Jabalnusra  (Jawa, Bali  dan  Nusa  Tenggara),  ITK  Bali  berada  pada  peringkat  8.  ITK  tertinggi  di  Regional Jabalnusra  tercatat  pada  Provinsi  Banten,  sementara  yang  terrendah  tercatat  di  Provinsi Nusa  Tenggara  Timur  (NTT),” katanya. (man)