IJK Diminta tetap Layani Masyarakat Terdampak Gempa

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada kalangan industri jasa keuangan (IJK) yang berkantor di Bali, namun wilayah kerjanya mencakup NTB dan NTT agar dapat memantau perkembangan usahanya dan tetap melayani transaksi keuangan masyarakat yang terdampak gempa Lombok.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Hizbullah saat dihubungi di Sanur, Selasa (7/8) mengatakan, tidak dipungkiri hampir sebagian besar bank dan IJK yang wilayah kerjanya mencakup NTB, NTT selain Bali terkena dampak gempa Lombok.

“Untuk itu kami harapkan bank-bank dengan areal kerja NTB tersebut agar tetap beroperasi melayani masyarakat, walaupun sebagian ada yang beroperasi terbatas,” katanya.

OJK akan berupaya agar operasional bank tersebut bisa pulih secepatnya.

Hal sama dikatakan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Kata dia, OJK terus memantau perkembangan dampak dari bencana gempa bumi yang melanda Pulau Lombok dan sekitarnya yang terjadi pada Minggu (5/8) malam.

“Kita terus memantau dan mendata dampak dari bencana ini. OJK pun sudah menurunkan tim dari kantor pusat  untuk melakukan assesment,” katanya.

OJK diakui juga akan mempertimbangkan jika diperlukan kebijakan khusus terkait dampak terhadap industri jasa keuangan di NTB. Otoritas saat ini akan terus melakukan komunikasi dan memonitor IJK agar tetap dapat melayani transaksi keuangan masyarakat.

“Kita akan memastikan masyarakat terinformasi kantor bank maupun jaringan ATM yang dapat beroperasi secara terbatas akibat dampak bencana,” katanya.

Informasi tersebut dapat diakses melalui Layanan OJK pada telepon nomor 157 atau kontak layanan konsumen untuk masing-masing lembaga jasa keuangan.

Sementara itu Humas BNI Kantor Wilayah Bali, NTB dan NTT Agung Setyanto mengatakan, gempa Lombok yang mencapai 7 SR tidak dipungkiri terdampak, namun tidak sampai mengkhawatirkan. Terbukti, kantor sudah beroperasional seperti biasa. (dik)