“Bubuh Mebasa”, Makanan Tradisional Bali jadi Idola di Resort Bintang 5

BALI sebagai destinasi wisata dunia memang memiliki daya tarik tersendiri,baik dari segi alam, budaya hingga kuliner. Padahal jika dilihat dari ciri khas masakan Bali yang memiliki kualitas rasa pedas tentunya cukup sulit dinikmati wisatawan manca negara. Namun masakan Bali memiliki potensi pasar yang cukup tinggi,  seperti halnya bubuh mebasa dengan takaran bumbu yang sesuai dengan lidah wisatawan asing,  membuat jenis makanan ini menjadi idola.

Bubuh mebasa yang dalam bahasa Indonesia diartikan bubur dengan campuran rempah-rempah ini sudah menjadi makanan melegenda bagi masyarakat Bali. Bubur yang dilengkapi dengan berbagai jenis rempah-rempah atau dalam bahasa Bali disebut basa genep (bumbu lengkap) ternyata mampu memberikan ketertarikan bagi wisatawan. Salah satu restoran yang menyajikan jenis makanan dengan tekstur lunak ini yaitu Kapitu Restoran yang berada The Kayon Resort, Payangan, Gianyar.

Chef Kepitu Restorant I Nyoman Artawa,  saat ditemui Rabu (28/11) kemarin, mengatakan menu makanan ini menjadi makanan favorit breakfast bagi wisatawan yang sedang berlibur. Cita rasanya yang khas masakan Bali dengan tekstur rasa yang pas di lidah menjadi daya tarik dari makanan ini.

“Bumbu Bali yang kami gunakan,  kami sesuaikan dengan lidah wisatawan yang tidak suka terlalu pedas, namun cita rasa khas Balinya tidak kami hilangkan. Kami atur penggunaan bumbunya,  yang didominasi oleh bawang merah dan bawang putih,” ungkapnya.

Respon wisatawan sangat baik yang dengan secara sengaja memang ingin merasakan jenis masaksn tradisional Bali yang dikemas ala bintang 5. Tekstur lembut yang ditawarkan oleh bubur juga memberikan tawaran menu yang pas sebagai menu sarapan.

Disinggung soal cara pembuatan, Artawa,  mengatakan cukup sederhana dimana beras yang telah dibersikan,  dimasak terlebih dahulu hingga setengah matang.  Setalah itu,  barulah bumbu-bumbu lengkap yang telah diracik,  dicampurkan menjadi satu sambil dimasak hingga matang. “Pemilihan bahannya tentu menjadi perhatian kami,  dan yang paling penting kami tidak memakai msg dalam pembuatan,” imbuhnya. (wid)