PNM (Persero) Berikan Pelatihan kepada Kelompok Usaha Anyaman Bambu

Singaraja (Bisnis Bali) – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menggelar pelatihan tahap dua kepada kelompok usaha anyaman bambu yang merupakan nasabah binaan produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) di wilayah Seririt. Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nasabah binaan dalam menghasilkan anyaman bambu yang bernilai jual tinggi, dilaksanakan di Balai Desa Tigawasa pada Rabu (21/11).

PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan kepada nasabah binaan, baik berupa pelatihan reguler ataupun pelatihan klaster yang berdasar pada kesamaan produk atau wilayah.

Kelompok Usaha Anyaman Bambu dibentuk pada 19 Oktober 2018 dengan beranggotakan 77 yang merupakan nasabah ULaMM Seririt, dan pelaku UKM di wilayah Desa Tigawasa Kota Singaraja.

Kelompok usaha anyaman bambu akan mendapatkan pelatihan secara intensif selama empat bulan dan mendapatkan empat kali pelatihan. Pada pelatihan kali ini, nasabah binaan mendapatkan materi mengenai design produk anyaman bambu yang unik dan menarik dengan narasumber Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg dan materi manajemen keuangan sederhana untuk UMKM oleh Sunitha Devi, SE., M.Si.

Sebelumnya nasabah binaan telah mendapatkan pelatihan mengenai Motivasi Usaha untuk menjadi Pengusaha Sukses.

Produk unggulan pengrajin anyaman bambu di desa Tigawasa adalah gedeg dan sokasi. Anyaman gedeg di Tigawasa sangat khas dan kaya akan variasi dibuat dari jenis-jenis bambu buluh, sedangkan sokasi dibuat dari jenis-jenis bambu Bali.

Produk sokasi yang dibuat dipasarkan sampai keluar Kabupaten Buleleng. Keinginan memproduksi barang yang banyak diminati kalangan umum sangat sulit mereka. Lewat pelatihan ini para pengerajin anyaman bambu dapat mengetahui mengenai desain atau model produk baru sehingga mampu bersaing dengan produk kerajinan lainnya.

Tujuan dari pembentukan kelompok usaha anyaman bambu di desa Tigawasa, untuk meningkatan kemampuan manajemen usaha, pengembangan pasar, terbentuknya UMK yang profesional, inovatif, dan berdaya saing tinggi, serta membentuk ekosistem UM secara terintegrasi.

PT PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

PNM memiliki dua produk unggulan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM, serta Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Dalam merealisasikan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan usaha kepada nasabah, baik berupa pelatihan tematik hingga pembinaan dan pelatihan kelompok usaha (klaster) yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha.

Saat ini PNM memiliki 2.457 kantor layanan, yang terdiri dari 63 kantor cabang PNM, 624 kantor layanan ULaMM dan 1.770 kantor cabang Mekaar. (ira)