BPR - BPR dituntut meningkatkan daya saing dengan peningkan kualitas BPR.

Denpasar (Bisnis Bali) –  Pesatnya pertumbuhan industri financial technology (fintech) dan pertumbuhan lembaga keuangan lain menyebabkan bank perkreditan rakyat (BPR) harus dihadapkan persaingan yang sangat ketat. Direktur BPR Hoki, Kadek Dersana Senin (26/11) mengatakan, menghadapi persaingan tersebut BPR dituntut memiliki sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Peningkatan SDM BPR efektif untuk menghadapi persaingan  antar lembanga keuangan. Ini terutama  memasuki ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Seperti di BPR Hoki pembenahan kualitas SDM menjadi bagian prioritas. Ini diwujudkan dalam kegiatan pelatihan dan training internal di BPR Hoki.

SDM BPR Hoki juga ikut dalam setiap kegiatan pelatihan yang disenggarakan asosiasi perbarindo. Ini termasuk keterlibatn direksi dan komisaris dalam kegiatan sertifikasi kompetensi Perbarindo bersama Certif.

Kadek Dersana meyakinkan BPR Hoki terus berupaya membenahi SDM dari sisi kualitas dan kompetensinya. “Jumlah SDD sudah memadai tetapi kompetensinya yang mesti trus di tingkatkan,” ucapnya.

Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana mengungkapkan  DPD Perbarindo Bali rutin melaksanakan pelatihan sertifikasi dan kompetensi kerja bagi para direktur dan komisaris BPR yang ada di wilayah Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memelihara kompetensi kerja para direksi dan komisaris dalam rangka terciptanya industri BPR yang sehat, kuat, efisien dan berkesinambungan.

Melalui pelatihan sertifikasi DPD  Perbarindo Bali ingin memastikan dan memelihara kompetensi kerja SDM BPR dan BPRS. Ini  mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Pelatihan sertifikasi direktur dan komisaris ini merupakan amanah dari POJK No.44 Tahun 2015. Kegiatan  sertifikasi merupakan kewajiban pengurus dalam memenuhi regulasi baik yang akan menjadi direksi maupun yang sudah menjadi direksi/komisaris harus menjaga sertifikasi agar tetap berlaku.

Ketut Wiratjana menambahkan pelatihan sertifikasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM BPR dan BPRS menuju terciptanya industri BPR dan BPRS yang sehat, kuat, efisien dan berkesinambungan. Seperti diketahui bahwa pasar BPR berada pada sektor UMKM. (kup)