Lembaga Keuangan di Bali Berpotensi Salurkan KUR

Denpasar (Bisnis Bali) – Sejumlah lembaga keuangan di luar perbankan, menurut pengamat ekonomi dari Undiknas University Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, SE.,MM, berpotensi juga sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2019 nanti. Selain itu, menariknya lagi suku bunga KUR yang dipatok 7 persen saat ini, masih berpeluang untuk diturunkan tahun mendatang.

“Evaluasi sepanjang 2018 ini kredit program pemerintah dalam bentuk KUR ini memang efektip untuk meningkatkan daya saing para pelaku usaha kecil atau UKM di Bali salama ini. Sebab itu, program yang sama sangat diharapkan untuk berlanjut di tahun mendatang,” tutur Raka Suardana, di Denpasar, Senin (26/11).

Selama ini KUR ini memang sangat membantu kalangan UKM untuk bisa berdaya saing. Sayangnya, dibalik itu memang tidak semua UKM yang ada di Bali ini telah terkover dengan kredit program pemerintah bersuku bunga 7 persen ini.

Selain itu, KUR bagi sejumlah kalangan lembaga keuangan di luar perbankan, menjadi tantangan berat bagi mereka untuk bisa memenuhi target bisnis dalam penyaluran kredit selama ini. Sebab, suku bunga kredit yang mereka (lembaga keuangan di luar perbankan) lempar ke pasaran berada lebih tinggi dari suku bunga KUR saat ini.

Bercermin dari itu lembaga di luar perbankan ini diharapkan bisa juga mengambil bagian sebagai pihak penyalur KUR, dan ia nilai potensi tersebut berpeluang ada. Cuma akuinya, untuk menjadi penyalur KUR, kalangan lembaga keuangan di luar perbankan ini tentunya harus segera memenuhi syarat sebagai penyalur KUR.

“Apabila semua lembaga keuangan ini bertindak sebagai penyalur KUR akan sangat baik. Sebab, suku nunganya rendah, sehingga akan dicari banyak pelaku usaha nantinya. Cuma memang, untuk menjadi lembaga keuangan penyalur KUR juga persyaratannya tidak mudah,” ujarnya.

Selain potensi terbukanya lembaga keuangan di Bali untuk penyalur KUR, menurutnya kredit program pemerintah tersebut juga berpeluang untuk dilempar dengan suku bunga yang lebih rendah dari sebelumnya.

Menurut Raka, memang agak sulit untuk menekan lagi suku bunga KUR pada 2019 nanti ini, mengingat suku bunga BI 7 DRR baru saja mengalami peningkatan lagi jelang akhir tahun ini. Meski begitu, asumsinya bila memang situasi ekonomi nasional ini membaik pada akhir dan awal tahun mendatang, maka suku bunga KUR yang dipatok pemerintah pada 2019 nanti sangat dimungkinkan ditekan lagi.

“Suku bunga KUR ini dimungkinkan turun, namun memang tidak mungkin dalam waktu dekat dan persentase penurunannya pun berada dikisaran tipis atau menjadi 6,5 persen dari sebelumnya yang dibandrol 7 persen pada 2018 ini,” tandasnya. (man)