Semarapura (Bisnis Bali) – Dalam rangka memperingati HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memberikan motivasi kepada ratusan guru dari tiga Kecamatan di Klungkung daratan, yakni Banjarangkan, Klungkung dan Dawan, bertempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura. Turut hadir Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Dewan Pendidikan Klungkung dan jajaran Dinas Pendidikan Klungkung.

Suwirta mengingatkan para guru untuk bisa mengikuti perubahan dan bersaing dengan baik di era teknologi sekarang ini. Revolusi industri 4.0 berkembang begitu cepat dan harus diikuti dengan belajar, belajar dan belajar. Ciri-ciri revolusi industri 4.0 itu seperti robot otomatis, printer 3 dimensi, internet dan perekaman data secara digital.

Untuk itu, para guru di Kabupaten Klungkung diajak bisa menciptakan inovasi dalam mengajar sehingga mudah dimengerti oleh anak didik di sekolah. “Teknologi itu berkembang begitu cepat. Ini harus diikuti agar guru benar-benar bisa menyiapkan anak didik cerdas berkarakter,” sebut Suwirta.

Sejalan dengan pembentukan karakter siswa, karakter para tenaga pengajar di Kabupaten Klungkung juga menjadi perhatian bupati asal Nusa Ceningan ini. Dirinya tak mau mendengar kabar kurang mengenakkan terkait kinerja guru di Klungkung. Seperti ada guru masuk ke arena tajen, ada guru honor bekerja tetapi guru PNS diam dan kabar tentang kepala sekolah yang dididik oleh anak buahnya yang bisa menghancurkan sistem di sekolah itu sendiri.

Dedikasi sebagai seorang guru diharapkan bisa diberikan sepenuhnya bagi kemajuan dunia pendidikan. “Jangan ada guru datang pagi ngabsen jam 9 kemudian keluar bantu istri jualan, jadi makelar tanah atau calo, guide pariwisata. Kalau saya temukan itu tidak ada ampun, jangan bohongi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Kadisdik Klungkung, Dewa Darmawan menyebutkan melalui peringatan HUT ke-73 PGRI dan HGN tahun ini diharapkan dapat memperkokoh solidaritas antar anggota PGRI Kabupaten Klungkung untuk mewujudkan organisasi yang profesional. Beberapa jenis kegiatan yang dilaksanakan diantaranya pelatihan pemanfaatan barang bekas, bakti sosial seperti bersih-bersih pantai dan lomba-lomba lainnya yang mengacu pada peningkatan mutu guru. Pada kesempatan ini diserahkan hadiah kepada para pemenang lomba dan penghargaan kepada tenaga pendidik yang memasuki purna tugas. (dar)