Budidaya Delima Merah, Menjanjikan untuk Dikembangkan

Denpasar (Bisnis Bali) – Delima merupakan salah satu buah unggulan yang memiliki rasa manis dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Buah delima terkenal akan manfaatnya untuk kesehatan tubuh di antaranya dapat mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyehatkan kulit, mencegah osteoartritis, menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah penyakit Alzheimer sehingga banyak orang yang tertarik untuk mengkonsumsi delima.

Delima merah di Indonesia memiliki kulit berwarna kuning namun dengan biji berwarna merah. Namun saat ini banyak penjual tanaman buah menawarkan bibit delima merah yang didatangkan dari luar dengan warna kulit buah merah dan biji juga merah. Putu Sugiana, penjual tanaman buah di kawasan Sanur mengatakan tanaman buah delima dapat tumbuh baik pada daerah subtropik hingga tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Delima menyukai tanah gembur yang tidak terendam air.

Delima ini mudah dalam perawatannya dan bisa berbuah sepanjang waktu bila kondisi lingkungannya sesuai. “Untuk menanam delima, pilih bibit yang unggul dan sehat, bebas dari hama,” tuturnya Senin (26/11).

Selanjutnya siapkan lubang tanam  dengan ukuran 50 x 50 x 50cm atau 60 x 60 x 60 cm. Tanah galian campur dengan kompos/pupuk kandang yang terfermentasi dan sekam untuk bahan penutup lobang tanam, agar media tanaman kaya dengan nutrisi yang diperlukan tanaman dan diamkan selama 3 hari untuk menghilangkan gas-gas racun pada tanah.

Baru kemudian bibit delima dapst ditanam. Posisikan bibit delima tegak lurus jangan sampai miring dan tutup lubang dengan media campuran tanah+kompos+sekam yang telah disiapkan.

“Pemeliharaan lakukan penyiraman bibit  ke seluruh tanaman dan juga media tanamnya sampai benar-benar meresap, tapi jangan terlalu becek.  Karena bisa berakibat pembusukan akar,” tandasnya. Lakukan penyiraman dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.

Pemangkasan dilakukan untuk merangsang bunga dan buah. Untuk budidaya dalam pot, cukup pangkas pada ketinggian 100 cm dari leher akar. Untuk tanaman di lahan, pangkas 150 – 175 cm di atas permukaan tanah. Semua cabang primer yang tumbuh pada cabang utama setiap 10 – 20 cm di pelihara  sedangkan cabang primer lainya dibuang. Pangkas cabang primer yang diperlihara 5 – 10 cm dari ujung cabang setelah tumbuh panjang sekitar 50 – 60 cm. Hal yang sama dilakukan pada pemangaksan cabang sekunder.

Hal yang paling penting dilakukan dalam budidaya tanaman delima yaitu pemberian pemupukan secara rutin. Pemupukan yang rutin akan membuat tanaman delima tumbuh secara optimal. “Satu bulan setelah tanam sebaiknya berikan pupuk NPK dengan komposisi nitrogen lebih tinggi dengan konsentrasi 10 g/l air. Pupuk cukup disiramkan ke perakaran tanaman  atau disesuaikan dengan ukuran tanaman,”tandasnya. Pemberian pupuk dilakukan tiga bulan sekali.

Biasanya sekitar tiga tahun tanaman delima sudah mulai berbuah. Buah delima dapat mulai dipanen jika sudah matang ditandai dengan pangkal buahnya yang menguning. Pemanenan buah delima di lakukan dengan cara memotong tangkai buahnya. (pur)