Aktivitas Rafting Waspadai Curah Hujan Tinggi

Gianyar (Bisnis Bali) – Memasuki penghujung tahun tepatnya akhir November ini, Bali sudah dihadapi musim penghujan. Ketua DPC Gahawisri Kabupaten Gianyar, Suwarka Senin (26/11) mengatakan, aktivitas wisata rafting (arung jeram) mesti mewaspadai curah hujan tinggi.

Sepekan terakhir Bali dihadapkan cuaca hujan yang terlihat merata di seluruh Bali. Ini berpotensi mengganggu aktifitas pariwisata yang bersentuhan dengan alam khususnya di sungai.

Curah hujan yang tinggi bisa menghentikan aktivitas rafting ketika ketinggian air sungai membahayakan aktivitas fafting. Hanya saja saja, curah hujan yang terjadi beberapa pekan ini belum mengganggu aktifitas kegiatan wisata rafting.

Kondisi curah hujan saat kegiatan rafting tidak begitu deras. Oleh sebab itu, aktifitas rafting tidak begitu menghambat wisatawan yang melakukan kegiatan rafting.  Ia berharap pengusaha dan pemandu rafting diminta tetap mewaspadai curah hujan tinggi. Ini terutama ketika terjadi curah hujan tinggi di kawasan hulu sungai.

Ketika terjadi curah hujan tinggi terutama di hulu akan menyebabkan ketinggian air sungai semakin meningkat. Peningkatan ketinggian air bisa berisiko terhadap kecelakaan dalam kegiatan rafting.

Suwarka menyakinkan saat musim penghujan, pemandu rafting di lapangan dituntut jeli dan bijaksana melihat kondisi alam. Ketika ketinggian volume air dinilai membahayakan, kegiatan wisata rafting mesti dihentikan atau dibatalkan.

Aktivitas rafting memasuki bulan Nopember relatif normal. Peserta kegiatan rafting masih didominasi wisatawan Cina dan Korea.  Tiap perusahaan rafting memiliki standar operating prosedure (SOP) rafting. Ketika curah hujan meningkat, pemandu rafting tidak boleh mengabaikan scurity sesuai yang telah ditetapkan dalam SOP. “Kondisi hujan mesti disikapi bijak karena masing masing perusahaan sudah punya SOP ,” tegasnya. (kup)