Kemasan Angkat Nilai Jual Kue Tradisional

Denpasar (Bisnis Bali) – Siapa bilang kue tradisional hanya cocok dijual di pasar tradisional dan hanya pas dinikmati sebagai teman ngopi pagi atau sore di rumah. Dengan kemasan serta tampilan yang cantik selain rasa yang enak, kue tradisional juga layak dipakai sebagai jamuan acara spesial dan hantaran ke teman atau sahabat yang memiliki hajatan.

Seperti yang dilakukan Ni Luh Aris Septiari, owner jaje Bali Men Galuh, yang membuat kue tradisional menjadi makin dikenal dan berkelas. Dengan tampilan dan kemasan yang dipercantik, Aris berusaha tetap menjaga kualitas kue buatannya agar rasanya enak dan bersih, penggunaan pewarna makanan juga diminimalisir dan diganti dengan bahan alami seperti daun suji.

Ia mengawali usaha menjual kue tradisional di pasar tradisional, namun karena berbagai pertimbangan termasuk karena mengasuh anak, Aris terpaksa berhenti berjualan. Namun oleh langganannya kue-kue buatan Aris masih tetap dipesan dengan langsung datang ke rumah.

Hal inilah yang membuatnya semangat dan berusaha mencari ide kreatif agar kue tradisional buatannya bisa dinikmati berbagai kalangan. “Ternyata rasa saja tak cukup untuk membuat kue tradisional bisa tampil ke berbagai kegiatan bertaraf besar, penampilan dan kemasan juga sangat menentukan orang tertarik untuk mencicipi dan membeli,” ungkap Aris sumringah.

Bahkan saat ini kue tradisionalnya dengan kemasan yang cantik menyerupai parcel juga mulai dipakai untuk hantaran apabila ada kerabat yang berulang tahun, selamatan, peresmian atau hari raya. “Tinggal dipilih mau jenis jajan apa saja dan harga yang berapa, nanti kita atur tampilannya agar pas dan cantik. Selain itu konsumen tak perlu repot karena pesanan kita antar langsung kepada yang dituju, jadi sangat praktis,” kata Aris.

Untuk paket jajanan Bali berbagai jenis, jaje Bali Men Galuh membuat dalam berbagai paket hantaran mulai dari paket ingke dengan harga Rp100 ribu, paket nampan Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, semua disesuaikan kebutuhan. (ita)