Pasar Bebas, Produk Unggulan Bali bisa Diandalkan

Denpasar (Bisnis Bali) – Berbagai produk usaha kecil menengah (UKM) Bali memiliki potensi pasar terbuka baik di pasar dalam maupun luar negeri. Produk lokal itu antara lain komoditi pertanian kopi robusta dan arabika Bali, jika dikembangkan dengan baik memiliki kualitas bersaing dalam menghadapi era pasar bebas. Demikian pengurus Kadin Kota Denpasar, Kusuma Wijaya, baru – baru ini.

UKM yang menggarap potensi ekonomi unggulan tersebut sepantasnya mendapatkan perhatian lebih. Ini bertujuan agar UKM yang dikenal tangguh menghadapi krisis makin termotivasi untuk menggali, dan mengembangkan produk daerah untuk meningkatkan perekonomian.

Produk kopi Bali memiliki citarasa khas sehingga dapat diandalkan dalam perdagangan ekspor. Itu karena kekhasan yang dimiliki sudah tercipta sejak pascatanam, dan takkan bisa sama dengan kopi lainnya. Tak terkecuali antara kopi Kintamani dengan Pupuan, Tabanan. Citarasa beda dipengaruhi kondisi dan jenis tanah, teknik budidaya, dan proses panen yang benar sehingga menghasilkan kopi yang berkualitas.

Dia optimis pengembangan  potensi kopi Bali akan menguatkan rantai bisnis di sektor ini, mulai dari tingkat petani, perusahaan roastery, hingga kafe Рkafe yang mendistribusikan hasil olahan kopi kepada masyarakat. Dengan promosi yang baik diharapkan komoditi kopi Bali makin eksis dan mendatangkan manfaat yang optimal bagi produsen kopi Bali.

Sementara itu potensi kearifan lokal tak kalah potensial untuk pasar ekspor yakni, kain tenun ikat Bali. Ida Ayu Mas desainer songket Bali menyampaikan songket Bali tak kalah memiliki potensi pasar di dalam maupun luar negeri. Peningkatan kreativitas primotif menjadi keharusan sehingga mampu meningkatkan kualitas kain tenun ikat tersebut.

Bali yang memiliki media promosi seni budaya seperti Pesta Kesenian Bali ( PKB), bisa dioptimalkan dalam mempromosikan songket Bali. Kepada pemotif juga diharapkan terlibat langsung dalam promosi sehingga mengetahui langsung respon pasar. Ini sekaligus jadi bahan evaluasi meningkatkan inovasi guna tetap mampu berkarya dengan hasil terbaik.

Mengutip antaranews.com, pemda harus aktif mempopulerkan produk koperasi dan UKM unggulan di wilayahnya dalam berbagai pameran baik di dalam maupun di luar negeri.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan KUKM Meliadi Sembiring di Jakarta, mengatakan peran pemda sangat signifikan untuk perkembangan usaha dan perluasan pasar produk KUKM.

“Kalau KUKM bisa berkembang dengan baik maka akan mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat di daerah. Kalau pertumbuhan ekonomi bisa diimbangi dengan KUKM maka saya yakin tingkat kesenjangan bisa dipersempit,” ujar Meliadi.

Ia mengatakan KUKM memiliki arti penting bagi perekonomian nasional, karena merupakan mayoritas pelaku usaha dengan presentase lebih dari persen dari total pelaku usaha yang ada di Indonesia. Namun ia menyadari KUKM masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan modal usaha, akses pasar, dan terbatasnya keterampilan SDM.

Padahal di era perdagangan bebas saat ini, lanjut Meliadi, KUKM juga harus bisa bersaing dengan produk asing yang telah membanjiri pasar dalam negeri. (gun)