Berikan Inovasi, Tingkatkan Penjualan Songket Bordir

Denpasar (Bisnis Bali) – Kain Songket Bordir memang menjadi tren fashion saat ini, dan masih banyak diminati masyarakat. Terlebih lagi saat tampilan songket bordir diinovasi untuk memberikan produk yang berbeda dari pasaran, membuat jenis kain ini pun banyak permintaan.

Salah seorang pelaku usaha fashion yang menciptakan inovasi tersebut, Rhea Cempaka, mengatakan, permintaan kain songket border ciptaannya cukup tinggi. Sejak dipasarkan beberapa bulan lalu, hingga saat ini penjualannya sudah mencapai 2.000 pcs. Dari tampilan produk yang diciptakannya memang berbeda dari yang dijual di pasaran.

Selain dari segi warna, yang lebih menekankan warna alam, produk ciptaannya juga memiliki umpal yang besar serta menggunakan benang mas dan silver. “Hal ini yang memberikan perbedaan produk ciptaan kami dengan produk yang ada di pasaran. Tampilannya memiliki kemiripan dengan songket asli,” ungkapnya.

Diceritakannya, pewarnaan kain songket bordir miliknya dicelup sendiri dengan warna benang yang beragam. Hal ini membuat produk ciptaannya sulit untuk ditiru, sehingga pasar pun bisa dikuasi. “Pembelinya kebanyakan ibu-ibu sosialita dan banyak dipakai selegram, yang membuat produk cukup booming,” terangnya sembari mengatakan produknya dijual dengan harga Rp350.000 per pcs.

Disinggung soal ide pembuatannya, Rhea mengatakan, awal mula pembuatannya dikarenakan banyaknya permintaan masyarakat yang lebih kepada produk murah meriah. Karena ingin membuat hal yang berbeda dengan yang ada di pasaran, dia pun mengeluarkan seluruhnya idenya untuk menciptakan produk yang berbeda namun tetap diminati masyarakat. Melihat pasar kain songket kartun cukup tinggi, sehingga dia memutuskan memproduksi jenis kain tersebut.

Diakuinya, saat ini penjualan produk songket asli sedikit menurun yang dikarenakan, lesunya perekonomian saat ini, sehingga masyarakat cenderung menginginkan produk yang lebih murah. Dengan itu, dia pun harus mengikuti permintaan pasar yang menciptakan produk sesuai kebutuhan masyarakat.  (wid)