Potong Tumpeng dalam perayaan HUT ke-19 BKS-LPD Karangasem.

Amlapura (Bisnis Bali) – Berbagai acara memeriahkan perayaan HUT ke-19 Badan Kerjasama (BKS) LPD Karangasem pada Selasa (20/11) lalu. Mulai dari aksi sosial hingga jalan sehat yang diikuti ribuan peserta. Kegiatan yang diikuti pengurus dan karyawan LPD se-Kabupaten Karangasem serta siswa dari SD, SMP dan SMA ini dipusatkan di Kecamatan Abang.

Kegiatan peduli sosial, serangkaian HUT ke-19 BKS-LPD Kabupaten Karangasem.

Berbagai jenis hadiah seperti sepeda gunung, TV, kulkas dan lainnya diundi dalam kegiatan ini.  Kepala BKS-LPD Karangasem, Drs. I Made Mastiawan, mengatakan, perayaan HUT BKS-LPD Karangasem memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya, dengan menggelar berbagai kegiatan. “Terkecuali pada tahun 2017 kami tidak merayakan, dikarenakan bencana Gunung Agung yang melanda daerah ini,” ujarnya.

Dalam perayaan HUT ke-19 ini, BKS-LPD Kabupaten Karangasem juga melaksanakan kegiatan berbagi dengan menyerahkan dana santunan kepada beberapa masyarakat di Kecamatan Abang. Selain itu, dalam kesempatan ini BKS Karangasem juga mengumpulkan sumbangan sosial berupa uang tunai sebesar Rp13 juta untuk masyarakat Hindu yang terkena musibah di Kota Palu.

“Sumbangan ini dikumpulkan dari LPD diseluruh Kabupaten Karangasem,  yang kemudian kami serahkan ke BKS-LPD Bali untuk nantinya akan dikumpulkan dengan sumbangan yang sudah terkumpul di BKS LPD Bali. Selanjutnya akan disalurkan ke lembaga yang ditunjuk,” katanya.

Terselenggaranya kegiatan ini atas kerjsama dengan beberapa pihak seperti dinas koprasi yang sebagai leding sektor dan Pembina LPD, BPD Cabang Karangasem, BKS LPD Bali, LP-LPD serta mitra kerja LPD. Dikatakannya, tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan keberadaan LPD sebagai salah satu lembaga keuangan milik desa adat yang menjadi pralaba desa atau pura.

Di Karangasem terdapat 190 LPD dengan aset yang saat ini telah mencapai Rp1,3 triliun. Dalam perjalannya, laba yang diperoleh LPD dikembalikan lagi kepada masyarakat. 20 persen dari laba untuk dana pembangunan baik secara fisik ataupun mental dan 5 persen untuk kegiatan sosial. (wid)