dok

Denpasar (Bisnis Bali) – Tingkat kompetisi penggarapan pasar Cina menyebabkan munculnya paket wisata murah di pasar Cina. Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya Senin (19/11) mengatakan perlu ada aturan tegas untuk bisa membenahi tata niaga pasar Cina.

Akibat persaingan yang ketat tersebut,membuat pelaku pariwisata di Bali dan pelaku pariwisata Cina membuat perjanjian menawarkan paket wisata murah. Penawaran paket wisata murah tak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di Thailand, Vietnam, Jepang dan negara-negara di Asia yang menggarap pasar Cina.

Ia menjelaskan pemerintah Cina tentunya tak bisa ikut campur terhadap penawaran paket wisata murah untuk warga negaranya yang akan berlibur ke luar negeri. Ini murni merupakan kerjasama bisnis antara travel agent di Cina dengan travel agent di kawasan pariwisata dunia termasuk Bali.

Penawaran paket wisata murah memang bisa berdampak pada kredibilitas negara Cina dalam mengayomi warga negaranya. Ini terutama ketika warga negara Cina diperlakukan kurang nyaman saat berlibur di luar negeri sebagai imbas pemanfaatan paket wisata murah.

Pemerintah Cina tidak bisa melarang warga negara mengikuti paket wisata murah ke Indonesia termasuk ke Bali. Pemerintah suatu negara juga tidak bisa melarang warga negaranya untuk tidak berkunjung ke suatu negara dengan alasan yang tidak jelas.

Menurutnya, untuk membenahi tata niaga pasar Cina mesti di mulai penyiapan aturan tegas. Pemerintah melalui lembaga eksekutif dan legislatif mesti memastikan menyiapkan aturan tegas sehingga memungkinkan pemerintah menindak praktik bisnis yang dinilai merugikan pariwisata Bali. Dengan aturan yang tegas memudahkan pemerintah membina dan menindak travel agent di Bali yang ingin membuat perjanjian paket wisata murah dengan travel di Cina.

Konsul Kehormatan Afrika Selatan untuk BaliĀ  ini menilai travel agent Cina di Bali mesti meningkatkan rasa nasionalis. Ini dengan tidak menerapkan perjanjian paket wisata murah yang tidak menguntungkan negara dan diri sendiri dari sisi bisnis. Travel agent Cina di Bali mesti menerapkan etika bisnis yang baik.

Dalam pembenahan tata niaga pasar Cina, pariwisata Bali bisa mencontoh Jepang. Pemerintah Jepang telah lebih awal memahami karakter pasar Cina yang menawarkan paket wisata murah.

Produk yang dipasarkan untuk wisatawan Cina di Jepang telah dibuat spesifik sehingga produk dari Cina tidak bisa pasarkan untuk wisatawan Cina yang berlibur di Jepang. SDM pariwisata di Jepang baik di travel agent, hotel dan jasa pariwisata lain sudah belajar bahasa Cina. ” Tidak heran, paket wisata di Jepang tidak ada dijual murah dan wisatawan Cina yang berlibur ke Jepang sudah meningkat dari kalangan menengah keĀ  atas,” ucapnya.

Bagus Sudibya menambahkan, Bali memang harus menghentikan kedatangan wisatawan yang selama ini memanfaatkan paket wisata murah dan banyak disubsidi oleh toko Cina yang beroperasi di Bali. Secara bertahap pengaetan pasar wisatawan Cina dari pasar menengah ke bawah bisa digeser ke pasar menengah ke atas. “Ini akan mengarahkan bisnis pasar Cina yang lebih baik dan akan memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia,” tandasnya. (kup)