Nasi Goreng Ijo, Hadirkan Rasa yang Berbeda

Denpasar (Bisnis Bali) – Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah akrab dengan makanan nasi goreng. Padahal, sejatinya makanan yang satu ini sangat identik dengan makanan Cina. Nasi goreng yang proses pembuatannya tergolong gampang ini dengan cepat menyebar di wilayah tanah air. Tak saja di daerah perkotaan, tetapi merambah hingga pedesaan. Kalangan anak-anak hingga dewasa sangat menyukai makanan ini sebagai menu alternatif.

Umumnya, nasi goreng berwarna merah karena ada campuran saos tomat sebagai salah satu bumbu, serta beberapa jenis sayuran sebagai pelengkap. Namun belakangan, para wirausaha kuliner mulai berinovasi menampilkan sesuatu yang berbeda untuk menggaet selera konsumen.

Maka muncullah Nasi Goreng Ijo. Menu ini ditawarkan Kedai Kemu-lan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Tengah 89C Denpasar. “Nasi goreng merah atau putih sudah lumrah ada di restoran dan warung makan, maka kami berinovasi membuat menu Nasi Goreng Ijo menggunakan bahan alami,” sebut pemilik Kedai Kemu-lan, I Ketut Suryadi.

Warna hijau dihasilkan dari daun basil yang direbus kemudian diblender. Pilihan menggunakan daun basil karena memiliki aroma yang khas serta harganya di pasaran relatif lebih murah dibandingkan sayuran hijau. “Nasi Goreng Ijo dipadukan dengan potongan kacang panjang, kerupuk, acar dan telur dadar. Satu porsi dijual seharga Rp20 ribu. Dalam sehari terjual rata-rata 15 porsi, dan kami juga menerima pesanan,” ungkapnya.

Sejak diperkenalkan mulai Desember 2017 lalu, Nasi Goreng Ijo mendapat tempat di hati para pecinta kuliner. Suryadi mengungkapkan pihaknya kerap mengikuti berbagai event untuk penjualan sekaligus memperkenalkan menu spesial ini.

Di pengujung tahun ini, Nasi Goreng Ijo juga akan memanjakan lidah para pengunjung ajang Denpasar Festival. “Ini kali pertama kami mengikuti ajang bergengsi Denpasar Festival. Kami akan tampilkan Nasi Goreng Ijo yang sudah lulus uji BPOM karena menggunakan bahan alami dan non-MSG,” tegasnya. (dar)