Ketut Komplit, Penurunan Kualitas Kredit

TAHUN ini, sektor perbankan masih dihadapkan permasalahan perlambatan ekonomi. Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit menilai, akibat perlambatan ekonomi menyebabkan penurunan kualitas kredit. Diungkapkannnya, menyikapi penurunan kualitas kredit, kita tak boleh melihat ke belakang. Penyelesaian kredit bermasalah mesti melihat ke depan.

Komisaris BPR Nusamba, ini menjelaskan yang perlu diperbaiki adalah proses pemberian kredit selanjutnya. BPR mesti lebih berhati-hati menyalurkan kredit selanjutnya. Dipaparkannya, proses penyaluran kredit disesuaikan dengan kemampuan account officer (AO). “Kalau mampu di kredit kapasitas  kecil berikan SDM BPR menyalurkan kredit kecil,” ucapnya.

Ketut Komplit melihat ada AO BPR mampu menyalurkan kredit dengan plafon lebih besar.  Ini tentu AO wajib menerapkan analisa kredit secara cermat dengan prinsip kehati-hatian.  Penerapan analisa kredit secara ketat guna menekan penambahan kredit bermasalah (NPL). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan syarat NPL BPR tidak boleh lebih dari 5  persen.

Ketut Komplit menambahkan berdasarkan data OJK NPL BPR sudah diatas 5 persen. Untuk menekan NPL, kredit yang disalurkan BPR selanjutnya mesti betul-betul berkualitas.  (kup)