Inilah Alasan Mobil Bekas Tetap Diburu

Tabanan (Bisnis Bali) – Purna jual dan keberadaan suku cadang di pasaran yang mudah ditemui menjadi patokan konsumen saat mencari mobil bekas saat ini. Kendati merupakan mobil tangan kedua, tetapi kepastian adanya suku cadang di setiap daerah sangat penting karena berhubungan dengan ketersediaan bengkel servis.

“Tak mungkin konsumen membeli mobil kendati murah ternyata bengkel servis dan pembelian suku cadang susah. Ditambah purna jual yang mudah anjlok,” kata pengelola penjualan mobil bekas di Tabanan, Ajik Gusde Putra.

Masyarakat membeli mobil kini tidak sembarangan, asal murah, merek ternama, body mulus atau lainnya. Masyarakat tetap mempertimbangkan beberapa hal dari mobil tersebut. Yang terpenting bagi pembeli yaitu layanan purnajualnya bagus.

Ia menilai dari sisi varian tidak mutlak mengarah ke MPV jenis Avanza maupun Xenia karena ada yang suka SUV seperti Fortuner dan Pajero Sport mesin diesel, CR-V, Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

Sementara transaksi akhir tahun, kalangan pengelola mobil bekas masih menaruh harapan pada mobil keluarga dan city car. Penjualan mobil-mobil ini diyakini akan masih melaju positif seperti SUV.

“Menyambut akhir tahun umumya mobil keluarga akan banyak peminatnya, baik dari masyarakat maupun kalangan pelaku usaha jasa penyewaan mobil,” terangnya.

Menurut dia, umumnya pada saat menjelang akhir tahun ada saja yang memanfaatkan peluang dengan menitipkan kendaraan pada jasa sewa mobil atau ambil bagian dalam paket-paket tour. Ini pula yang membuat mobil tipe keluarga akan banyak dicari. Umumnya mobil yang disukai yang sudah familiar di masyarakat mulai Avanza, APV, Ertiga, Innova dan lainnya.

“Untuk prediksi berapa persen peningkatan tahun ini, maaf kami belum bisa prediksi. Tetapi kami yakin akan ada peningkatan dari hari biasa, meski tidak dalam jumlah besar seperti tahun lalu,” ungkapnya. (dik)