IDENTIFIKASI - Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan Buleleng melakukan identiikasi terhadap Sarkofagus di lahan milik Nyoman Sediku.

Singaraja (Bisnis Bali) – Temuan dua buah sakrofagus di Dusun Asah Desa Pedawa Kecamatan Banjar di lahan milik salah seorang warga menambah panjang deretan sejarah di Buleleng. Dua buah sarkofagus yang ditemukan di dua lokasi berbeda ini diduga merupakan peninggalan jaman megalithikum yang berfungsi sebagai kubur batu atau Dolmen.

Berbekal laporan dari masyarakat, Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng yang dipimpin langsung Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Disbud Made Subur langsung melakukan identifikasi benda cagar budaya tersebut.

Ada tiga lokasi yang disambangi untuk proses identifikasi. Pertama di lahan milik Kadek Selamet. Di lokasi ini, menemukan sebuah Sarkofagus yang kondisinya sudah tertanam sehingga nyaris tak terlihat, karena ditumbuhi tanaman liar. Selanjutnya identifikasi kedua di lahan milik Sujana. Di sana tim mengidentifikasi sebuah tugu yang terbuat dari tanah liat. Tugu tersebut ditutupi dengan sejumlah batang bambu dan kondisinya sudah rusak. Dari pengamatan awal, tim menilai tugu ini merupakan peninggalan cagar budaya.

Sedangkan di lahan perkebunan milik Nyoman Sediku, tim juga melakukan identifikasi terhadap sarkofagus yang diduga berusia ratusan tahun. Sarkofagus ini berukuran panjang 1,05 meter x 0,74 meter.

Wayan Arjana anak dari Nyoman Sediku menjelaskan, benda ini sebenarnya sudah ditemukan sekitar 10 tahun lalu, ketika lahannya sedang dicangkul untuk digemburkan. Namun pihaknya tak mengetahui kalau benda tersebut adalah sebuah sarkofagus. “Cuma baru-baru ini tahu kalau ini sarkofagus,”jelasnya.

Sementara Made Subur membenarkan temuan masyarakat tersebut. Pihaknya mendapat infomasi dari masyarakat, bahwa mereka menemukan sarkofagus. Dari informasi itulah pihaknya mencoba melakukan identifikasi, sebelum nanti pihaknya meminta bantuan kepada Balai Arkeolgi untuk melakukan identifikasi lanjutan.

Meskipun kondisi sarkofagus di lahan milik Sediku ini dapat dilihat secara kasat mata, namun batu penutup sarkofagus di lahan ini diketahui sudah lapuk dan pecah. Namun untuk kondisi sarkofagus diketahui masih utuh dan hanya ditumbuhi lumut kerak. Dari hasil pengamatan, Subur menilai jika cagar budaya yang ditemukan warga tersebut memang benar adalah Sarkofagus. Untuk selanjutnya apabila hasil dari balai Arkeologi sudah turun, maka sarkofagus tersebut akan dibuatkan SK tanpa menggeser lokasidari sisi lokasi tidak akan digeser. (ira)