Peninjauan DKP ke Kebun Buah Naga di Desa Kalisada.

Singaraja (Bisnis Bali) – Dinas Ketahanan Pangan Buleleng mendorong pengembangan tanaman buah organik dengan melakukan pembinaan ke sejumlah kelompok tani. Salah satunya kebun buah naga milik Kelompok Tani Hortikultura  Labda Karya Desa Kalisada, Kecamatan Seririt. Selain pembinaan, DKP juga telah mendaftarkan kelompok tani tersebut ke Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS), yang berpusat di Mojokerto.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, drh.Nyoman Surya Temaja, pembinaan ini dilakukan untuk peningkatan produksi dan mengimbangi kebutuhan bahan pangan organik khususnya pada buah naga. Selain itu juga untuk peningkatan kuantitas produksi untuk menjaga kualitas pangan yang sehat.

Sejauh ini pembinaan sudah dilakukan untuk kelompok tani Labda Karya Desa Kalisada dan telah sah memperoleh Sertifikat SNI Sistem Pertanian Organik melalui Internal Control System dari LeSOS. Terkait kelanjutan sertifikasi lahan organik, tahun depan akan dilakukan penilaian kelayakan standar kebun buah organik dari LeSOS untuk beberapa kelompok tani.

Komuditas yang dikembangkan pada lahan tersebut selain buah naga juga ada Durian dan Jambu Kristal. “Semua kelompok tani akan kami dorong untuk menerapkan pertanian organik. Tahun 2019 nanti juga kami akan lakukan pembinaan lagi bagi beberapa kelompk tani yang baru,” lanjutnya.

Hal yang melandasi DKP mendorong petani di Buleleng menerapkan pertanian organik karena, kualitas produk yang lebih sehat, serta memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Selain itu, produk buah organik lebih dicari oleh eksportir maupun pengusaha hotel. “Sehingga harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan produk non organik,”jelasnya. (ira)