Bank Jaga Kualitas Pembiayaan Usaha Pendukung Pariwisata

Mangupura (Bisnis Bali) – Kalangan bank akan berusaha menjaga kualitas kredit bagi usaha di segmen pendukung pariwisata. Itu seiring pertumbuhan kredit komersial yang masih tumbuh positif tahun ini.

Manajer dana dan jasa bank nasional, Yuliani di sela-sela seminar di kawasan Nusa Dua, Minggu (18/11) mengatakan, usaha pendukung pariwisata sangat banyak dan potensial untuk dibiayai oleh bank. Suksesnya ajang AM IMF-Bank Dunia 2018 lalu, sehingga peluang tumbuhnya kepariwisataan di Pulau Dewata akan positif.

“Ini tentu pasar potensial bagi perbankan. Untuk kredit komersial yang menyasar kelas menengah dari Rp15 miliar sampai Rp 150 miliar akan banyak tumbuh di sektor ini,” katanya.

Tak bersedia menyebut target penyaluran kredit komersial, ia mengatakan, selama ini ada anggapan pemenuhan kredit komersial hanya dilihat jika ekonomi tumbuh. Pemikiran tersebut tidak salah namun Bali mengandalkan pariiwsta sebagai sektor utama sehingga peluang masih dapat tubuh.

Ia mencontohkan belum masuk posisi akhir tahun saja, beberapa target kredit komersial sudah tercapai. “Pemberian kredit komersial lebih banyak ke pelaku bisnis hotel, restoran dan sebagian besar berada di Bali,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karana menilai perkembangan dunia kepariwisataan yang masih menggeliat di daerah Bali akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada semester II 2018. Pertumbuhan ekonomi Bali pada keseluruhan 2018 ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2017.

Di samping peningkatan kinerja industri pariwisata, lanjut dia, lapangan usaha pendukung industri pariwisata lainnya, salah satunya lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, juga usaha konstruksi berpotensi mengalami peningkatan dengan realisasi proyek pemerintah pada semester II-2018. (dik)