Tim Pembina LPD Buleleng Lakukan Monev dan Pembinaan 10 LPD

Singaraja (Bisnis Bali) – Tim Pembina LPD Kabupaten Buleleng yang terdiri dari Ekbang Kabupaten Buleleng, Bappeda Litbang, Koordinator LP – LPD Kabupaten Buleleng, Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP)  dan BKS LPD Kabupaten Buleleng kembali melakukan Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan kepada sejumlah LPD di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari pada 14 Nopember – 19 Nopember ini menyasar 10 LPD di Buleleng di antaranya LPD Depeha, LPD Tunjung, LPD Sambirenteng, LPD Kalianget, LPD Tigawasa, LPD Tingasari, LPD Umajero, LPD Gunungsari, LPD Ringdikit dan LPD Banyupoh.

Kabag Ekbang Setda Kabupaten Buleleng Desak Putu Rupadi, S.E menjelaskan, dengan makin berkembangnya LPD di Bali khususnya Buleleng pihaknya ingin menyerap aspirasi dari pengelola LPD mengenai pengelolaan LPD seperti penanganan kredit ataupun bagaimana kondisi di lapangan selama ini.

Pihaknya berharap, semua LPD dapat dikunjungi untuk meningkatkan kualitas LPD.  Selain itu pihaknya juga menekankan, untuk kemajuan LPD juga  dibutuhkan kerjasama antara pengurus desa adat dan pengelola LPD.

“Kami selaku tim pembina tetap melakukan pendekatan secara persuasif, karena yang lebih berwenang dengan LPD adalah masyarakat desa itu sendiri. Kami dari segi pemerintah mensupport LPD agar makin meningkat baik dari segi permodalan maupun likuiditasnya,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Koordinator LP-LPD Kabupaten Buleleng Drs. Nyoman Indrayasa, berharap beberapa faktor yang menjadi acuan penilaian kesehatan LPD di Kabupaten Buleleng dapat dipenuhi. Faktor itu di antaranya permodalan, kredit, manajemen dan likuiditas yang sering menjadi kelemahan pada LPD.  Sehingga dengan monitoring ini faktor yang menghambat perkembangan LPD dapat diperbaiki untuk kemajuan LPD di masa mendatang.  “Dari faktor itu nantinya akan menjadi acuan untuk kita perbaiki ke depan bersama-sama Pemda dan BKS,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Badan Kerjasama (BKS) LPD Kabupaten Buleleng Made Nyiri Yasa, S.Sos ,MMA menjelaskan, tujuan Monitoring ini lebih kepada pemantapan di bidang pengelolaan LPD agar meningkat baik dari sisi kualitas pelayanan dan kuantitas LPD secara merata. Pihaknya menegaskan kegiatan ini rutin tiap tahun untuk diberikan pembinaan secara berkelanjutan.

“Jika ada hal yang ingin kita komunikasikan maka kita akan lakukan saat monitoring. Tujuan kita adalah bagaimana pengelolaan LPD bisa secara merata agar bisa meningkatkan kualitas pengelolaan LPD nya nanti,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi antusiasme pengelola LPD yang memiliki semangat untuk maju.  Bahkan jumlah LPD yang dilakukan monitoring tiap tahunnya cenderung menurun. Jika pada 2017 jumlah LPD yang dilakukan Monitoring,  Evaluasi dan Pembinaan berjumlah 18 LPD, tahun ini menurun menjadi 10 LPD. Itu artinya, kegiatan ini menjadi motivator bagi LPD untuk makin baik.  Pihaknya berharap, BKS LPD Kabupaten Buleleng selalu mampu sebagai wadah aspirasi dalam pengelolaan LPD. “Tahun lalu ada yang beberapa sudah kita bina itu kita evaluasi apakah sudah ada perkembangan,”jelasnya. (ira)