Peluang Bisnis Spa Bali kian Berkembang

Tabanan (Bisnis Bali) – Bisnis spa di Bali makin menjamur. Ini menandakan peluang pasarnya kian berkembang selain karena terimbas pariwisata. Demikian Direktur Bali Citra Internasional, Ni Made Rai Anggreni, S.H., baru – baru ini.

Dikatakan, ini peluang bagi masyarakat Bali. Khususnya mereka kalangan generasi muda Bali yang memiliki skill di bisa spa. Tak hanya berpeluang membuka usaha spa sendiri, banyaknya perusahaan spa besar juga bisa dimanfaatkan untuk terlibat didalamnya sebagai karyawan yakni sebagai terapis profesional.

Bisnis spa dinilai makin berkembang karena memang peluang pasarnya terbuka. Sebaran bisnis spa dari kota – desa bukan saja dicari masyarakat lokal tapi juga untuk memenuhi kebutuhan wisatawan domestik dan mancanegara. Layanan spa merupakan layanan kesehatan dengan metode terapi air.

Ini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah sehingga berbagai jenis penyakit baik ringan maupun kronis dapat dicegah. Begitu pentingnya perawatan kesehatan masyarakat akibat kepenatan sehari – hari bekerja, layanan spa bisa menjadi solusi memulihkan kondisi tubuh yang drop menjadi segar kembali.

“Bisnis ini cukup kompleks dengan kehidupan masyarakat karena itu layanan spa yang teruji dan kompeten adalah jawabannya,” imbuhnya.

Dia mengharapkan,  pebisnis spa komitmen menyediakan layanan bermutu dengan legalitas yang ditentukan. Bukan layanan spa abal – abal apalagi identik dengan layanan prustitusi terselubung. Yang begini memang perlu ditertibkan pemerintah sehingga citra positif bisnis spa Bali terjaga.

Dikatakan pula, selama ini terapis Bali dikenal di mancanegara bermartabat karena kental dengan budaya ketimuran. Layanan spa dengan teknis spa tradisional Bali menyehatkan dan menjadi solusi untuk kebugaran dan vitalitas yang tinggi.

Sebelumnya Wayan Suwarna pebisnis spa menambahkan dengan tarif Rp 100 ribu per jam semua kalangan bisa masuk spa. Masuk spa untuk kebugaran juga biasa dilakukan wisatawan karena itu keberadaan bisnis spa di kawasan pintu masuk Bali potensial untuk maju. Wajar saja setelah lelah berkeliling menikmati objek wisata di Bali saat mau balik ke bandara mereka terlebih dulu bisa berapa ria. Demikian sebaliknya ketika baru datang dari negeri asal berspa dulu sebelum melanjutkan tur di Bali.

Dia optimis bisnis prospektif sehingga perlu digarap optimal orang Bali. Dengan demikian upaya meningkatkan perekonomian terlaksana dan mampu memberi imbas positif bagi masyarakat. (gun)