Pacu Wirausaha Bali mesti Kontinyu

Denpasar (Bisnis Bali) – Memacu wirausaha di Bali harus terus dilakukan agar perekonomian daerah makin kuat. Rasio wirausaha Bali yang mencapai 7,39 persen dari jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) per Maret 2018 yakni 313.822 diharapkan terus meningkat sehingga berbagai potensi ekonomi makin terangkat untuk kesejahteraan masyarakat. Demikian Ketua Kadin Kota Denpasar, Wayan Mitra Artana, Jumat (16/11).

Jumlah wirausaha yang tinggi menentukan kemajuan satu negara. Data Dinas Koperasi dan UKM Bali, dari jumlah penduduk per Desember 2017 yakni 4.246.000, mereka yang terkait sebagai anggota koperasi sebanyak 1.062.302, dengan rasio anggota di Bali 43 persen.

Apa hubungannya, tentu ini berkaitan karena maju mundurnya wirausaha atau sebagai pelaku UMKM takkan bisa dipisahkan dari kebutuhan permodalan. Sebagai anggota koperasi mereka akan bisa meningkatkan usaha dengan mengakses kredit yang mudah dan cepat.

“Penguatan permodalan para wirausaha memang vital. Selain untuk menjaga pasokan bahan baku, produksi, juga promosi produk, sehingga tetap mampu secara kontinu memenuhi permintaan pasar. Berbagai produk UKM Bali tentu saja sangat beragam. Mulai dari produk kerajinan emas, perak, kain tradisional, maupun produk pertanian dalam arti luas,” papar Nugra Artana.

Memacu bertumbuhnya wirausaha baru tentu saja tak bisa hanya bertumpu pada motivasi semata. Namun diperlukan langkah keroyokan dan riil, baik dari pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan upaya – upaya pemberdayaan diri wirausahawan.

Salah satunya menggelar pendidikan dan pelatihan wirausaha yang menekankan pada bagaimana meningkatkan daya saing UMKM, manajemen usaha, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Ini penting agar para wirausaha makin semangat mengembangkan usaha dan mampu menyediakan lapangan kerja baru yang dibutuhkan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, pengurus Kadin Kota Denpasar, Wayan Sukhana menyampaikan peluang bisnis produk kearifan lokal Bali begitu terbuka. Salah satunya produk kosmetik dan spa herbal. Jika ini bisa digarap optimal tentu saja akan bermunculan wirausaha baru yang tentu saja diharapkan makin menguatkan perekonomian.

Menurutnya, Bali dengan kekayaan rempah – rempahnya merupakan sumber bahan baku untuk produk herbal. Yang penting sekarang adalah inovasi dan kontinuitas untuk berbuat meningkatkan daya saing produk dengan begitu bukan saja akan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, dan dalam negeri, namun seiring dukungan dan fasilitasi pemerintah dalam promosi ke luar negeri, maka peluang ekspor pun sudah di depan mata. Tinggal komitmen dan kesungguhan untuk meningkatkan diri serta perluasan jaringan pasar optimis wirausaha kreatif Bali makin andil dalam pembangunan daerah dan bangsa ini. (gun)