Bumbu Rujak Kemasan Tawarkan Level Kepedasan

Denpasar (Bisnis Bali) – Inovasi kemasan pada industri kuliner kian memperkuat pasar yang memberikan ketertarikan bagi masyarakat.  Seperti halnya bumbu rujak dalam kemasan botol menjadi incaran masyarakat  saat ini. Dengan sifat praktis dan mudah didapat,  ditambah kelezatannya yang tak jauh beda dengan rujak yang dijajakan di warung-warung.

Salah seorang pengusaha bumbu rujak, Ni Wayan Sutariani, saat ditemui di Denpasar mengatakan, minat masyarakat terhadap bumbu rujak buatannya cukup tinggi, saat ini pemasarannya sudah menjangkau seluruh wilayah di Bali.  Pemasaran yang dilakukan melalui bekerjasama dengan toko buah, pedagang  di pasar tradisional, warung, toko kue, toko oleh-oleh khas Bali, beberapa koperasi pemerintah daerah di Bali, minimarket,  hingga ke mall di Bali.

Menurutnya, kegemaran masyarajat akan buah saat ini sudah mulai dirasakan,  yang tidak sedikit pula ditemani bumbu rujak.  Di samping itu ketika musim panas,  keinginan masyarakat menikmati rujak ala rumahan makin meningkat yang membuat bumbu rujak kemasan menjadi incaran.  “Karena sifatnya praktis dan bisa didapatkan dengan mudah,  maka banyak orang suka, ” terangnya.

Hal tersebut juga dapat dilihat dari menjamurnya berbagai brand bumbu rujak kemasan untuk memberikan rasa yang berbeda bagi masyarakat. Untuk mampu bertahan dan mengatasi persaingan pasar, menjaga rasa dan kualitas  menjadi priyoritas produknya.

“Kami buat keistimewaan pada produk kami. Selain menawarkan cita rasa yang lezat dengan tekstur kental, juga memiliki kualitas unggul dengan bahan pilihan terbaik. Proses pembuatan mengacu pada resep standar kami yang telah mengantongi izin Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Di samping itu, dengan berbagai tingkat kepedasan mulai dari level 0 hingga 3, memberikan tawaran bagi masyarakat baik pecinta pedas ataupun yang tidak suka pedas. Hal ini yang membuat bumbu rujak buatannya disukai oleh berbagai usia dari anak-anak hingga remaja.  (wid)