TUMPANGSARI - Persiapan penananam tumpangsari jagung dan kedelai di Tabanan.

Tabanan (Bisnis Bali) – Tumpangsari menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan petani sehingga Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali menggalakkan tumpangsari jagung dan kedelai. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si., mengatakan, tumpangsari selain untuk meningkatkan pendapatan petani juga untuk memacu produksi kedelai dan jagung yang masih rendah.

“Tumpangsari  memiliki banyak keuntungan, terutama efisiensi tenaga kerja, lahan dan biaya produksi, sehingga keuntungannya semakin besar saat panen. Karena budidaya tumpangsari artinya mengusahakan tanaman lebih dari satu jenis pada lahan dan waktu yang sama,” paparnya.

Keterbatasan luas lahan dan masih rendahnya produktivitas jagung di tingkat petani menyebabkan usahatani jagung menjadi tidak optimal. Tumpangsari jagung dengan tanaman kedelai dapat dilakukan  dengan sistem tanam jajar legowo.

“Kombinasi tumpangsari jagung-kedelai dapat diterapkan pada sistem tanam legowo 2 : 1 dua baris tanaman jarak tanam antar baris dirapatkan, sehingga antara setiap dua baris tanaman terdapat ruang untuk pertanaman kedelai,” paparnya.

Tingkat produktivitas jagung diperoleh pada pertanaman legowo tidak berbeda bahkan cenderung lebih tinggi karena adanya pengaruh tanaman pinggir (border) dibanding pertanaman baris tunggal.

Ruang kosong pada baris legowo dapat ditanami 2 baris tanaman kedelai tanpa menurunkan produktivitas jagung. Dengan demikian terjadi peningkatan indeks penggunaan lahan dan pendapatan petani.

“Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kedelai yang ditanam di antara tanaman jagung akan diperoleh 50% dari hasil kedelai yang ditanam sistem monokultur. Penanaman tanaman kedelai sebagai tumpangsari pada tanaman jagung juga dapat memperbaiki kesuburan lahan karena adanya fiksasi N dibanding sistem monokultur jagung,” tukasnya.

Sistem tumpangsari jagung-kedelai menggunakan cara tanam legowo dapat diterapkan pada lahan sawah maupun lahan kering dengan tingkat kesuburan tanah dan ketersediaan sumber air yang cukup. Pastikan bahwa benih yang ditanam mempunyai daya berkecambah lebih dari 90% dan vigor benih yang baik.

Sebelum menanam lakukan pengolahan tanah dengan sempurna. Tanaman jagung ditanam 1 biji per lubang, kemudian ditutup dengan pupuk organik 1 genggam. Jarak tanam untuk tanaman jagung sistem legowo adalah (100-50) cm x 20 cm.

“Untuk pemupukan  diberikan 2 kali, pemberian pertama pada umur  7-10 hari setelah tanam dan pemupukan kedua dilakukan pada 35-45 hari semakin tanam. Pupuk dimasukkan dalam lubang yang dibuat + 10 cm di samping tanaman dan ditutup dengan tanah,” ucapnya.

Untuk penananam kedelai, gunakan varietas kedelai yang toleran naungan. Jumlah benih yang dibutuhkan 15- 20 kg/ha. Benih ditanam di antara barisan legowo pada tanaman jagung dengan jarak tanam 40 cm x 20 cm, sehingga terdapat 2 barisan tanaman kedelai antara setiap  barisan legowo jagung. Penanaman kedelai dapat bersamaan dengan penanaman jagung atau 1-7 hari setelah penanaman jagung.

Pemupukan bersamaan dengan pemupukan pertama jagung apabila tanamnya bersamaan. Kedelai di panen  sebelum polong pecah, yaitu saat polong berwarna coklat. Kedelai sebaiknya dipanen lebih awal dari jagung. (pur)