Denpasar (Bisnis Bali) – Volume penjaminan kredit  PT Jamkrida Bali Mandara (JBM) hingga jelang tutup tahun ini masih belum mencapai target. Hingga September, JBM baru mencatatkan volume penjaminan kredit mencapai 90 persen dari target, meski begitu JBM mampu menjaga non performing guarantee (NPG) berada di bawah 1 persen pada tahun ini.

“Masih kurang 10 persen untuk bisa mencapai target penjaminan kredit yang dipatok Rp 1,5 triliun pada tahun ini. Mengejar sisa target tersebut, kami terus melakukan upaya dengan memanfaatkan waktu sisa dua bulan sebelum tutup tahun ini,” tutur Direktur Utama PT. Jamkrida Bali Mandara (JBM) I Ketut Widiana Karya, di Denpasar, belum lama ini.

Belum tercapainya target penjaminan kredit ini searah dengan kecendrungan turunnya penyaluran kredit produktif di sejumlah perbankan yang diajukan kalangan pelaku usaha tahun ini. Kondisi ekonomi yang lesu dan juga penurunan daya beli konsumen, tampaknya membuat kalangan pelaku usaha cenderung menunda melakukan pengembangan atau membuka usaha baru.

Meski dibayang-banyagi kelesuan ekonomi, pihaknya terus berupaya mengejar target pencapaian penjaminan kredit untuk tahun ini. Salah satunya, diupayakan melalui menambah mitra kerja. Paparnya, JBM tidak hanya bermitra dengan kalangan perbankan, namun JBM juga akan memaksimalkan untuk menggandeng LPD sebagai mitra kerja.

“Dari total jumlah LPD yang mencapai 100.400 an seluruh Bali, dari jumlah tersebut baru sebagian kecil atau 100 an LPD saja yang bermitra dengan JBM. Nantinya, dari jumlah mitrakerja di kalangan LPD tersebut, kami akan perbanyak lagi,” ujarnya. (man)