Bisnis Busana Anak tak Kalah Prospektif

Tabanan ( Bisnis Bali) – Bisnis busana anak-anak tak kalah prospektif.  Demikian diungkapkan pebisnis busana anak, Aryawati, Kamis (15/11). Busana anak paling beragam desain dan motifnya. Baik itu busana anak perempuan maupun laki – laki. Ini merupakan peluang bagi pebisnis meningkatkan produksi.

Produksi dari waktu ke waktu tak boleh monoton. Tapi seiring cepatnya perubahan tren busana anak di pasaran, para produsen wajib memiliki inovasi tinggi. Umumnya baju anak berupa kaos dan jenis kasual. Demikian bawahan tak kalah beragam. Selain desainnya yang menarik dan lucu, motifnya juga biasanya merefleksikan berbagai gambar film – film kartun, atau tokoh hero  di televisi.

Selama ini katanya pasokan busana anak lebih banyak dari luar Bali. Mislanya dari Surabaya, Jakarta, Bandung, dan lainnya, sehingga ketika dijual di Bali harganya akan lebih mahal. Hanya sedikit produk busana anak diproduksi lokal padahal peluang pasarnya cukup terbuka. Pelaku usaha kecil menengah (UKM) lokal mesti mampu menggarap peluang ini secara maksimal sehingga menghasilkan manfaat yang optimal pula.

Memang diakuinya untuk busana adat bagi anak cukup berlimpah. Selain memiliki pasar tersendiri, komoditi ini juga lekat dengan budaya dan agama Hindu di Bali. “Intinya inovasi busana anak penting dan menentukan bagi produsen sehingga mampu memberikan pelayanan dan pilihan bagi orangtua, serta di sisi produsen maklum meningkatkan pendapatan,” imbuhnya.

Sebelumnya desainer Sudi Arnawa, menyampaikan produksi busana anak anak khususnya memang berpeluang digarap optimal masyarakat Bali. Dengan mengoptimalkan bahan baku lokal, desainer, dan faktor produksi lainnya diharapkan harga jualnya lebih terjangkau bagi konsumen. Baju anak umumnya lebih cepat dibeli kembali selain dipengaruhi perkembangan usia dan ukuran tubuh anak, juga dengan munculnya model desain dan motif terbaru.

Dengan kisaran harga Rp50.000-Rp75.000 baju anak usia 5 – 10 tahun lumayan terjangkau. Apalagi desain dan motifnya beragam maka prospek pasar akan makin cerah. Dengan meningkatkan produksi busana anak lokal baik tradisional maupun modern, selain akan mengurangi peredaran busana impor, juga menguatkan daya saing industri busana lokal dengan peluant pasar yang makin berkembang.

“Biasanya momen – momen tertentu seperti hari raya, ulang tahun, dan lainnya tak lepas dari hadiah baju baru. Inikah salah satu peluang yang harus ditangkap pebisnis dengan menyediakan produk busana berkualitas,” imbuhnya.  (gun)