USAHA - Suasana pelaku usaha disalah satu pasar di Kota Denpasar yang wajib mampu memanfaatkan gedget dalam memaksimalkan pemasaran.

Denpasar (Bisnis Bali) – Derasnya perkembangan teknologi gedget khususnya dalam pemasaran masih belum dapat dimanfaatkan 30 persen dari jumlah UMKM sebanyak 38.040. Jumlah tersebut sebagaian besar pelaku bisnis yang sudah berumur (tua). Selain pelaku usaha tersebut sudah memiliki pasar juga umumnya masih belum mrmanfaatkan gedget.

Kabid UKM, Ir. Ngakan Putu Widnyana,M.M., Kamis (15/11) menjelaskan, saat ini peranan gedget sangat luar biasa. Perkembangan informasi teknologi (IT) yang sangat cepat harus dapat dimanfaatkan bagi pelaku usaha. Khususnya usaha muda yang memahami dan mampu memanfaatkan gedget dengan baik.

”Khususnya pemasaran sangat dibantu dengan gedget. Bagi yang mampu memasarkan produk dengan sistem online lebih cepat berkembang. Dibandingkan dengan sistem.pemasaran konvensional hanya menggunakan tempat dan dari informasi mulut ke mulut. Sedangkan pemasaran dengan media sosial (medsos) sangat cepat. Bahkan berusaha tanpa harus memiliki toko atau outlet. Hanya modal gedget sudah dapat mencari uang darj keuntungan berbsnis,” kata Widnyana.

Pelaku UMKM generasi muda yang paling terdepan mampu memanfaatkan kecanggihan gedget sehingga pebisnis muda terdepan sukses berbisnis online. Namun demikian, harapan pemerintah semua pelaku usaha dapat akses gedget unuk lebih mengembangkan usaha.

”Kami tidak ingin sebagai pengusaha cepat puas. Semestinya dalam hitungan beberapa waktu dapat menjalankan usaha berkembang dan naik kelas. Semisal dari.pelaku usaha mikro naik ke usaha kecil. Dan dari usaha kecil naik kelas ke menengah dan seterusnya sampai menjadi pelaku usaha yang besar, tangguh dan mandiri. Maka itu pelaku usaha yang sudah berumur dan puas karena mampu menjual barang dagangannya. Semestinya puas jika mampu menjadi pelaku usaha yang naik kelas,” tambah Widnyana. (sta)