Denpasar (Bisnis Bali) – Kondisi ekonomi yang melambat belum berpengaruh pada keinginan bank perkreditan rakyat (BPR) untuk ikut menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) secara langsung ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, Cok Gede Mahadewa Rabu (14/11) mengatakan BPR akan fokus menangani kredit bermasalah (NPL).

Bunga KUR 2018 sudah turun menjadi 7 persen. Tahun sebelumnya bunga KUR masih 9 persen. Ia menjelaskan, saat ini tak hanya bank umum yang langsung menyalurkan KUR. Lembaga keuangan seperti koperasi juga sudah ada secara langsung menyalurkan KUR ke sektor UMKM.

Direktur Utama BPR Padma ini memaparkan, BPR ke depan juga perlu  meminta kepada pemerintah agar bisa langsung menyalurkan KUR seperti bank umum dan koperasi. Ini tentunya mesti melalui proses pemikiran dan pemenuhan persyaratan agar BPR  bisa menyalurkan KUR secara langsung.

Sebelumnya, di antara BPR sudah ada menyalurkan KUR bunga 9 persen bekerjasama dengan bank umum salah satunya BNI. Untuk bisa eksis, BPR memang ikut menyalurkan KUR seperti bank umum dan lembaga keuangan lainnya.

Saat ini BPR masih sulit memperjuangkan penyaluran KUR secara langsung. BPR masih fokus penanganan kredit bermasalah (NPL) berada di atas 5 persen.

Cok Gde Mahadewa menambahkan sulit bagi BPR kami kondisi saat ini untuk menyalurkan KUR secara langsung. ” BPR harus fokus terhadap penyelesaian NPL untuk tumbuh secara sehat,” ucapnya. (kup)