Harga Rumah Mahal, Tanah Kapling jadi Alternatif

Tabanan (Bisnis Bali) – Tanah kapling saat ini banyak dicari konsumen untuk dibangun rumah sendiri. Hal itu dilakukan menyiasati harga rumah yang kian melambung tinggi. Demikian pengapling, Agustinus, Rabu (14/11).

Ini cukup beralasan dan menjadi strategi yang jitu memiliki sarana investasi yang bisa dibangun rumah di saat sudah siap dengan dana yang cukup dan memadai. Tanah kapling walaupun di lokasi strategis harganya lebih murah dibandingkan harga rumah. Dengan memiliki aset tanah, untuk membangunnya bisa secara bertahap hingga rumah siap ditempati.

Di kawasan radius kota, harga rumah cukup mahal bisa mencapai Rp500 juta per are, karena memiliki prospek investasi yang cerah. Namun di kawasan pinggiran tanah dengan harga Rp100 juta juga ada.

Hal senada disampaikan pebisnis tanah kapling, Aryanto. Katanya bisnis tanah kapling memiliki daya tarik tersendiri oleh karena lebih efisien. Ini akan memberikan manfaat lebih optimal bagi konsumen karena tanah kapling minim biaya penyusutan.

Menurutnya, ini tantangan bagi pengapling mencari lahan strategis. Walaupun prospek pasar cerah namun banyak indikator yang harus dipenuhi. Perizinan, pajak, dan dinamika lingkungan yang perlu biaya tak sedikit. Kemudahan dari pemerintah daerah akan meningkatkan pasokan tanah kapling sehingga serapan konsumen makin optimal. (gun)