Harga Emas Turun, Kejelian Berinvestasi Untungkan Konsumen

Tabanan (Bisnis Bali) – Emas batangan maupun dalam bentuk perhiasan selama ini banyak dipilih masyarakat untuk wahana investasi. Saat ini harga emas turun. Ini merupakan saat tepat meningkatkan volume investasi sehingga saat harganya nanti naik, konsumen bisa meraup keuntungan yang optimal. Demikian dikatakan owner Wirata Jewelrry, Kadek Ariana, Senin (12/11).

Selama ini, strategi membeli di saat harga melemah dan menjual di saat menguat banyak dilakukan masyarakat atau investor. Mereka umumnya tak hanya meminati investasi emas batangan, namun juga dalam wujud perhiasan. Apa beda keduanya? Menurutnya kedua jenis investasi ini memiliki kelebihan tersendiri.

Emas batangan tanpa penambahan nilai deklaratif, sehingga nilai purnajualnya selalu stabil, dan bahkan berpotensi naik ketika tren emas dunia naik. Kekurangannya, emas batangan hanya bisa disimpan, karena bentuknya monoton yakni, kotak, persegi panjang, dan lainnya. Sedangkan dalam bentuk perhiasan emas bisa digunakan untuk berekspresi seraya berinvestasi.

Kelemahannya nilai purnajualnya berpotensi berkurang, karena umumnya ketika konsumen menjual kembali perhiasan ke toko maka nilai desain dan motif takkan dihitung. Padahal, ketika membeli baru, konsumen cenderung dikenakan biaya desain dan motif. Inilah bisnis perhiasan dalam praktiknya cenderung menguntungkan pihak toko, karena mengenakan biaya penyusutan pada nilai purna jual perhiasan milik konsumen.

Namun demikian, dia tetap menyarankan investasi emas merupakan pilihan yang tepat, dibandingkan sarana lainnya baik produk properti, dan sebagainya. ” Harga emas memang berfluktuasi. Saat ini misalnya dengan mencuatnyz isu anjloknya harga emas tentu harus disikapi kalangan investor. Kejelian dalam bertindak akan menguntungkan mereka di kemudian hari,” terangnya.

Perajin emas asal Temuku Bangli, Made Sudiartha, S.E., menyampaikan penurunan  harga emas yang terjadi saat ini merupakan siklus yang kerap kali terjadi. Bagi produsen ini saat yang tepat meningkatkan pembelian bahan baku, dengan demikian akan mampu bertindak efisien dalam produksi.

Yang justru perlu terus dipacu yakni inovasi para pemotif sehingga mampu meningkatkan harga jualnya. Sebab nilai deklaratif pada perhiasan baru cukup mengangkat harga jualnya tergantung daya tariknya bagi konsumen.

Dia tak kalah optimis dengan memanfaatkan momen penurunan harga emas kini, konsumen bisa meningkatkan produksi dengan tujuan mampu menghasilkan berbagai varian perhiasan yang menarik, dan memikat konsumen.

“Saya rasa belanja perhiasan emas khususnya takkan surut di Bali karena dari waktu ke waktu terkenal sebagai sarana menyimpan uang yang ampuh,” imbuhnya. Data PT. Antam Jakarta, harga emas batangan atau logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 654.000 per gram. Angka ini turun Rp1.000 per gram dibandingkan Sabtu pekan lalu Rp 655.000 per gram. Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam Rp 568.000 Harga buyback ini berarti, jika ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut. Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen maka konsumen bisa bawa NPWP saat transaksi. Adapun rincian harga emas Antam hari ini yakni, pecahan 1 gram Rp 654.000,  5 gram Rp 3.097.000, 10 gram Rp 6.129.000, 25 gram Rp 15.215.000,  50 gram Rp 30.355.000, 100 gram Rp 60.640.000,  250 gram Rp 151.350.000, 500 gram Rp 302.498.000. (gun)