Desain dan Motif Tradisional, Daya Tarik Perhiasan Emas Bali

Tabanan ( Bisnis Bali) – Perhiasan emas Bali memiliki kekhasan tersendiri dan diminati pasar lokal. Hal tersebut karena taksu pada desain dan motif tradisionalnya sehingga bukan saja diminati pasar lokal, namun juga wisatawan domestik dan mancanegara. Ketika harga emas batangan saat ini turun apakah perhiasan di pasaran juga lebih murah?

Owner Sinar Mulya, Haryanto, Senin (12/11) menyampaikan, penurunan hari ini (Senin – red) Rp1.000 dari Sabtu lalu takkan banyak mengoreksi harga perhiasan di pasaran. Itu karena harga perhiasan di pasaran bertumpu kuat pada daya saing desain dan motifnya alias unsur deklaratifnya sehingga cenderung stabil.

Saat ini harga perhiasan emas di pasaran tetap bervariasi ditentukan kadarnya. Itu karena kadar perhiasan emas ada 21 karat, 22 karat, dan 23 karat. Umumnya untuk investasi konsumen yang jeli akan membeli perhiasan kadar 23 karat. Kadar ini sama dengan 91 persen dimana bahan baku yang digunakan menggunakan campuran sembilan emas dan satu unsur tembaga.

Jadi kualitasnya akan lebih baik dibandingkan kadar 21 karat. Untuk harga bervariasi ditentukan daya tarik desain dan motifnya. Kisarannya untuk perhiasan 23 karat mukai Rp675.000 – Rp680.000 per gram. Untuk kadar 22 dan 21 karat lebih murah dari 23 karat.

Dia optimis pasokan perhiasan emas motif tradisional Bali dan modern yang terus bergulir dari pemotif meningkatkan pelayanannya kepada konsumen. Saat ini transaksi yang terjadi lebih dominan pembelian perhiasan baru. Ini membuktikan konsumen selektif berinvestasi.

Namun demikian beberapa konsumen tetap ada yang menjual perhiasan emas bakas mereka untuk mendapatkan dana tunai. Ada yang untuk biaya sekolah anak, bayar utang, dan lainnya. Di tempat terpisah pebisnis perhiasan emas Bali, Agung Swastika menyampaikan perhiasan emas memiliki prospek investasi yang cerah sehingga banyak dipilih.

Masyarakat Bali yang fanatik terhadap seni budayanya, umumnya cenderung membeli motif tradisional. Ini mesti ditingkatkan kualitasnya selain terus menggali unsur kekhasannya. Dia optimis diikuti promosi yang gencar, walaupun di sentra penjualan perhiasan emas di Bali menjamur produk perhiasan luar Bali, maupun asing seperti dari India, dan Arab, namun emas atau perhiasan Bali tetap memiliki taksu dan mampu memikat konsumen.

Akunya, dari sisi volume transaksi saat ini normal, dikarenakan daya beli juga tak terlalu tinggi. Disinyalir itu disebabkan makin kompleksnya kebutuhan masyarakat baik untuk kebutuhan sehari – hari, sekolah, bayar KPR, dan lainnya sehingga untuk investasi perhiasan emas lebih mencari momen tertentu ketika ada rezeki lebih. (gun)