Nasi Lawar Campur, Kuliner Khas Paling Digemari

Denpasar (Bisnis Bali) – Menikmati kuliner khususnya di Denpasar tentu tidaklah sulit. Beraneka ragam kuliner mulai junk food, fast food, sea food, hingga menu lokal bisa dicari hampir di berbagai tempat. Khusus menu lokal, saat ini sudah mulai banyak dikembangkan pengusaha kuliner dari kalangan muda. Salah satunya, I Gede Dody Irawan, yang merupakan owner Warung Nyoman 53 di jalan Gelogor Carik gang Nangka no 53 Denpasar.

Mengedepankan menu lokal dengan bumbu khas Bali menjadi ciri khas warung makan yang sudah memulai usahanya sejak 5 tahun lalu. “Semua menu yang kita jual meruoakan masakan khas Bali dengan bumbu asli Bali, mulai dari lawar,urutan,kuah balung kikil hingga be tutu ayam, semua lengkap,” ungkap Gede Dody Irawan.

Keyakinan memilih menu khas Bali sebagai ciri khas adalah bagian dari kecintaannya terhadap masakan khas Bali yang beragam. Ia yakin meski banyak yang mulai membuka warung kuliner menu lokal tapi masing-masing memiliki nilai tambah dan kelebihan sendiri.

“Yang paling banyak diminati di warung saya adalah nasi lawar campur dan kuah balung kikilnya. Untuk nasi lawar campur harga perporsinya Rp18 ribu itu sudah termasuk lawar, kuah gerangasem, be genyol, urutan, sayur urap, sate babi, babi bumbu manis dan gorengan. Pokoknya dijamin komplit dan puas,” tambahnya

Warung Nyoman 53 juga menerima pesana baik nasi bungkus ataupun lauk prasmanan, tergantung pelanggan. Dijamin semua masakan enak dan bersih. Buka dari pagi biasanya warung makan yang selalu ramai pengunjung ini sudah kehabisan menu pada sore jan 17.00 wita.

Penasaran dengan nikmatnya nasi campur dengan menu khas Bali, coba saja datang di Warung Nyoman 53. Pasti nagih dan nagih terus.  (ita)