Industri Pakaian Lokal Diminta Tingkatkan Inovasi

Tabanan (Bisnis Bali) –  Pakaian impor baru dan bekas masih beredar di pasaran. Ini tantangan bagi produsen pakaian lokal meningkatkan inovasi serta daya saing. Demikian diungkapkan, produsen pakaian lokal, Agus Ariyawan, Minggu (11/11).

Masuknya pakaian impor baru dan bekas ke daerah sudah lama terjadi. Itu berlangsung karena peluang pasarnya juga ada. Salah satu sentra penjualan produk impor bekas tersebut yakni di pasar kodok Tabanan. Namun demikian terkait ancaman yang muncul dengan maraknya pakaian impor, menurutnya tak mengkhawatirkan. Itu karena produk pakaian impor memiliki daya saing tersendiri.

Selain diproduksi di daerah sendiri, masih baru, variannya beragam, harga jualnya juga kompetitif terjangkau. Khususnya pakaian modern, baik untuk anak – dewasa.

Pakaian impor bekas disinyalemen peminatnya juga kalangan luar Bali. Terutama kalangan buruh bangunan di Bali. Pakaian bekas dan murah, sangat terjangkau bagi mereka. Sedangkan konsumen Bali diyakini cukup fanatik pada budaya dan unsur privasi mereka lebih – lebih kebutuhan akan pakaian yang melekat ditubuh.

Selain itu kini masyarakat sudah tahu tentang larangan pakaian impor bekas selain tak sesuai dengan etika dan budaya masyarakat, pakaian impor bekas tersebut juga disinyalemen sebagai media penularan penyakit kulit. Jadi walaupun murah takkan dibeli.

Berkembangnya mindset masyarakat Bali tentang larangan pakaian impor bekas positif bagi industri pakaian di daerah. Karena itu inovasi produk terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan layanan bermutu bagi masyarakat. Bali memiliki jenis busana yang bermartabat dan berbudaya yang kini makin populer. Contohnya busana endek, maupun berbagai jenis kaos bermotif khas Bali. Inilah salah satu daya saing pakaian Bali sehingga harus dipacu produksinya.

Sebelumnya, pebutik, Kumala Dewi, menyampaikan bicara pakaian impor memang banyak ada. Pakaian impor baru memang punya pasar. Itu karena berkualitas dan bermerek terkenal. Walau demikian bukan lantas industri pakaian Bali ciut nyali. Bali kaya inovasi dan produksi pakaiannya tak kalah bisa diandalkan. Tingal inovasi dan promosi diyakini industri pakaian Bali makin berkembang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional  total nilai impor dari 13 negara asal mencapai  10,96 miliar dolar meningkat 11,75 persen dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 9,81 miliar dolar.Peningkatan paling besar berasal dari Cina yakni bertumbuh 29,68 persen ke angka  3,75 miliar dolar.

Salah satu komoditas  yang impornya juga meningkat dari Tiongkok adalah pakaian jadi. Tercatat, impor pakaian jadi meningkat 64,3 persen(year on year/yoy) menjadi  36,3 juta dolar  pada April 2018.  (gun)