UNDP – Bekraf Dukung Wirausaha Muda dan Start-up

Mangupura (Bisnis Bali) – Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations Development Programme (UNDP) dan Pemerintah Indonesia, melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung Youth Co:Lab Indonesia, yaitu sebuah platform inovatif untuk wirausaha sosial muda dan start-up. Penandatanganan MoU dilaksanakan serangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 yang berlangsung di Nusadua, baru-baru ini.

Youth Co:Lab merupakan inisiatif UNDP Asia-Pacific Youth Entrepreneurship yang menempatkan kaum muda di garis depan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di kawasan ini. Youth Co:Lab berfokus pada teknologi digital dan kewirausahaan serta memprioritaskan kaum muda dari Indonesia bagian timur.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan UNDP untuk mendukung Youth Co:Lab. Dengan penekanan pada pemberdayaan kaum muda, kami berharap Youth Co:Lab dapat mendukung Indonesia dalam membangun ekosistem yang diperlukan bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan bakat kewirausahaannya, serta menguatkan daya saing mereka,” kata Kepala Bekraf, Triawan Munaf.

Country Director UNDP Indonesia, Christophe Bahuet mengatakan Youth Co:Lab juga bertujuan untuk memanfaatkan potensi besar kaum muda Indonesia. Dengan ide-ide inovatif yang dimiliki, kaum muda dapat memberikan kontribusi besar pada ekonomi kreatif. Indonesia memiliki banyak sumber daya karena lebih dari 63 juta populasi merupakan kaum muda.

“Dari kemitraan dengan Bekraf dan mensponsori Youth Co:Lab, UNDP membantu memanfaatkan sumber daya itu untuk memajukan teknologi digital dan kewirausahaan di seluruh Indonesia,” ungkap Bahuet.

Youth Co:Lab di Indonesia dipimpin oleh Innovative Financing Lab UNDP Indonesia. Youth Co:lab bermitra dengan Citi Foundation dan penyedia co-working space, HUBUD. Kepala Kemitraan Hubud, Maria Agustin Triwahyuni mengatakan dalam inisiatif pertama sebanyak 15 peserta dari Papua dan Kalimantan terpilih menghadiri pelatihan tentang start-up dan manajemen bisnis di HUBUD pada 1-14 November 2018.

“Kami antusias untuk mempertemukan kelompok peserta yang beragam dan memfasilitasi pengembangan kapasitas sehingga akan memperluas jangkauan wirausaha sosial di luar Jawa ke tingkat global,” sebut Maria. (dar)