Tabanan (Bisnis Bali) –  Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran ASN terkait pentingnya revolusi mental untuk membangun integritas serta meningkatkan pelayanan publik, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan menyelenggarakan Sosialisasi Revolusi Mental, Jumat (9/11) di Gedung Mandala Mathika Subak Sanggulan.

Panitia Kegiatan, Made Sondera menyampaikan, kegiatan ini untuk menumbuhkan motivasi kerja yang positif terhadap ASN di lingkungan Pemkab Tabanan dan  meningkatkan pemahaman akan pentingnya Revolusi Mental.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan ASN dapat meningkatkan dan menyadari pentingnya revolusi mental serta meningkatkan pelayanan publik yang cepat, tepat, akurat dan akuntabel,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan peserta yang terdiri dari Pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemkab Tabanan. Dalam kegiatan juga akan dilakukan penganugerahan tanda kehormatan satyalancana karya satya kepada PNS kabupaten Tabanan.

“Tahun ini berdasarkan Kepres Nomor 108/TK/Tahun 2018 tanggal 18 September 2018 sebanyak 307 PNS akan dianugerahi tanda kehormatan satyalancana karya satya atas pengabdian, kejujuran, dan kedisiplinannya,” imbuhnya.

Gerakan revolusi mental harus ditumbuhkan dari aspek yang paling mendasar yaitu perubahan pola pikir gotong royong, sikap dan perilaku ASN yang berintegritas dan profesional.

“ASN diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan visi misi Tabanan Serasi dengan menjalankan praktek perilaku yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, bekerja keras, optimis, toleran, yang diarahkan melalui upaya dalam merubah pola pikir dan cara kerja untuk merubah mindset dan cara kerja untuk membangun integritas, etos kerja dan gotong royong,” ungkap Asisten III Tabanan I Made Sukada.

Pihaknya berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh. Dikatakannya revolusi mental untuk pelayanan publik sangat penting dan ASN harus peka terhadap perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.

“Sehingga ASN dituntut harus memiliki integritas, etos kerja, gotong royong dan berkarakter jiwa pelayanan yang baik dalam peningkatan kompetensi dan motivasi di lingkungan kerja masing-masing,” imbuhnya.  (man)