Bisnis Busana Endek kian Populer

Tabanan (Bisnis Bali) – Busana endek kini makin populer karena khas dan marak digunakan masyarakat. Ini peluang sekaligus tantangan bagi produsen meningkatkan kualitas produk. Demikian pebisnis busana endek, Ida Ayu Mirah, Jumat (9/11).

Busana endek selain merupakan busana formal, juga sehari – hari. Kain endek itu merupakan kain tenun ikat yang khas dan daya tariknya ada pada motif tradisionalnya. Produsen kain endek memiliki tenaga kerja yang mumpuni untuk membuat motif endek. Selain proses pengerjaan cukup memakan waktu, harga jual kain endek juga relatif mahal.

Harga per lembar kain endek di kisaran Rp250.000 – di atas Rp300.000 tergantung kualitas motifnya. Makin rumit dan menarik motifnya maka harganya makin mahal. Kain endek juga diolah menjadi berbzgai busana atasan maupun bawahan. Dala, bentuk busana harga endek makin mahal. Contohnya busana formal berbahan endek kisarannya Rp450.000 – Rp500.000.

Bisnis endek cukup memiliki citra positif karen merupakan produk kearifan lokal. Pasarnya kian heterogen karen memang peminat endek tak hanya masyarakat Bali tapi juga luar dan asing. Peson endek yang memikat harus dilestarikan produsen dengan terus berinovasi. Terutama dengan menghadirkan motif – motif pilihan yang berdaya saing tinggi.

Dia optimis keragaman¬† produk endek Bali akan makin mempopulerkan bisnisnya. ” Saya yakin endek makin booming karena saat ini tak hanya dijual di butik tapi juga toko – toko busana di perkotaan hingga desa,” imbuhnya.

Sebelumnya, pebutik endek, yang juga Owner Bali Puspa Bordir, Jro Puspawati menyampaikan endek memiliki daya saing sendiri sehingga harus ditingkatkan pemasarannya. Tak hanya promosi online, tapi juga lewat pameran. Ini akan meningkatkan serapan produk sehingga memberi manfaat optimal bagi produsen dan ekonomi Bali.  (gun)