Tabanan (Bisnis Bali) – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi Lomba PKTP (Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna) di SMP 1 Baturiti dan SD 1 Baturiti, Banjar Pekarangan, Baturiti Kelod, Baturiti, Kamis, (8/11). Lomba ini merupakan salah satu bentuk kesigapan masyarakatnya di Kabupaten Tabanan terhadap penanganan kanker.

“Saya sangat mengapresiasi  Kepala SMP 1 Baturiti dan SD 1 Baturiti, sangat kreatif menyambut lomba PKTP ini. Dengan mengerahkan seluruh murid menggalakkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Ia menilai, kadang masyarakat Tabanan kurang sigap terhadap penanganan kanker. Kalau tak parah, masyarakat sangat enggan memeriksakan diri ke dokter atau ke Puskesmas terdekat. Bercermin dari kondisi itu, ajang PKTP  ini sekaligus merupakan suatu sosialisasi untuk bergaya hidup sehat bagi masyarakat.

Dari pertama kali dirinya memerintah bersama Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, pihaknya sangat komit menangani permasalahan kanker di Kabupaten Tabanan, khususnya kanker serviks.

“Pemkab Tabanan sangat mendukung program ini dan selalu mensupport dengan dana untuk menunjang kegiatan YKI Cabang Tabanan dari APBD, guna mewujudkan Tabanan Serasi,” ujarnya.

Ketua YKI Tabanan,  Rai Wahyuni Sanjaya melaporkan, tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan pemahaman tentang pola hidup sehat, menghindari kanker sedini mungkin. Selain itu, menyebar luaskan pada lingkungan sekolah untuk menimbulkan kesadaran melakukan deteksi dini dan berprilaku hidup sehat menghindari kanker.

Sementara itu, Ketua YKI Koordinator Cabang Provinsi Bali Ayu Pastika menegaskan mengacu pada tahun yang lalu, maka tahun ini juga dilaksanakan kegiatan lomba PKTP se-Kabupaten/Kota seluruh Bali. Hal itu penting dilakukan dalam berkesinambungannya penanggulangan penyakit Kanker di wilayah Bali.

“YKI sebagai mitra pemerintah dalam penanggulangan penyakit kanker akan terus berkomitmen melaksanakan program PKTP,”ungkapnya.

Dari berbagai laporan dikatakannya penyakit kanker meningkat setiap tahunnya. Hal itu diakibatkan oleh berbagai hal, terutama pola hidup masyarakat kini. Dibilangnya data WHO menunjukkan 90-95 persen kejadian penyakit kanker diakibatkan pengaruh pola hidup, sedangkan  30-35 persen akibat faktor makanan, 20-30 persen oleh rokok, 15-20 persen berhubungan dengan penyakit infeksi, 10-20 persen karena kegemukan atau obesitas, 4-6 persen karena alkohol dan 5-10 persen karena karena berhubungan dengan genetik keturunan.

“Oleh karena itu faktor lingkungan adalah dominan sebagai faktor penyebab penyakit kanker, maka sebenarnya penyakit ini dapat dicegah,” ungkapnya. (man)